Para penyintas gempa M 7,7 Flores, yang sebelumnya tinggal sementara di pengungsian terpusat Gor Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, naik ke truk TNI AL untuk diantar kembali ke rumah masing-masing. Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/
Para penyintas gempa M 7,7 Flores, yang sebelumnya tinggal sementara di pengungsian terpusat Gor Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, naik ke truk TNI AL untuk diantar kembali ke rumah masing-masing. Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/

Pengungsi Gempa NTT Mulai Pulang, 237 Jiwa Tinggalkan GOR Samador

Annisa ayu artanti • 25 Agustus 2026 11:49
Ringkasnya gini..
  • Sebanyak 237 penyintas gempa M 7,7 Flores mulai pulang dari GOR Samador setelah rumah mereka dinyatakan aman.
  • 84 KK atau 237 jiwa telah kembali ke rumah, sementara 1.053 jiwa masih bertahan di pengungsian GOR Samador.
  • Pengungsi gempa Flores dipulangkan bertahap setelah kondisi rumah diperiksa dan dinyatakan aman untuk ditempati.
Maumere: Setelah lebih dari sepekan tinggal di pengungsian, sebagian penyintas gempa bumi M 7,7 Flores mulai kembali ke rumah. Sebanyak 84 kepala keluarga (KK) atau 237 jiwa meninggalkan GOR Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 24 Agustus 2026.
 
Kepulangan dilakukan secara bertahap setelah rumah warga diperiksa dan dinyatakan masih aman untuk ditempati. Para penyintas yang pulang merupakan warga dengan rumah yang mengalami kerusakan ringan.
 
Suasana di GOR Samador pun mulai berubah. Jika sebelumnya lokasi tersebut dipenuhi warga yang mengungsi, pada Senin sore para penyintas terlihat mulai mengemas barang pribadi, membersihkan area tempat tinggal sementara, dan bersiap kembali ke rumah masing-masing.

237 Penyintas Gempa Flores Kembali ke Rumah

Mengutip laman BNPB, Selasa, 25 Agustus 2026, sebelum meninggalkan GOR Samador, para penyintas dipanggil satu per satu berdasarkan data kartu keluarga. Mereka juga menerima bantuan kebutuhan pokok untuk mendukung kebutuhan selama kembali menjalani aktivitas di rumah.
 
Baca juga: Rumah Modular BRIN Kokoh Tahan Gempa NTT, Intip Spesifikasinya

Proses kepulangan warga difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Sikka, Dinas Sosial, TNI AL, Satpol PP, dan Basarnas. Armada disiapkan untuk mengantar para penyintas sekaligus membawa barang-barang pribadi dan bantuan sembako menuju rumah masing-masing.

Rumah Warga Dicek Sebelum Pengungsian Berakhir

Kepulangan penyintas tidak dilakukan secara serentak. Warga yang diperbolehkan kembali merupakan mereka yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan berdasarkan hasil pemeriksaan masih memiliki struktur yang aman untuk ditempati.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga. Kondisi bangunan terlebih dahulu melalui proses pendataan dan verifikasi sebelum warga meninggalkan lokasi pengungsian.

Masih Ada 1.053 Jiwa di Pengungsian

Gempa bumi M 7,7 Flores terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Sejak kejadian tersebut, GOR Samador menjadi salah satu lokasi pengungsian bagi warga terdampak di Kabupaten Sikka.
 
Berdasarkan data posko pengungsi per Senin, 24 Agustus 2026 pukul 18.30 WITA, sebanyak 300 KK atau 1.290 jiwa sebelumnya tercatat mengungsi di GOR Samador. Setelah 84 KK atau 237 jiwa kembali ke rumah, masih terdapat 216 KK atau 1.053 jiwa yang bertahan di lokasi pengungsian.
 
Kepulangan ratusan penyintas menjadi bagian dari proses pemulihan pascagempa Flores. Namun, proses tersebut masih berlangsung karena sebagian warga masih harus menunggu hasil pemeriksaan kondisi rumah sebelum dapat kembali.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>