Doa malam Lailatul Qadar.
Doa malam Lailatul Qadar.

Bukan Sekadar Ampunan, Inilah Hakikat Doa Lailatul Qadar yang Diajarkan Rasulullah

Muhammad Syahrul Ramadhan • 10 Maret 2026 10:26
Ringkasnya gini..
  • Malam Lailatul Qadar merupakan momen yang paling dinantikan oleh setiap Muslim di penghujung Ramadan.
  • Selain memperbanyak zikir dan melakukan kebaikan, Rasulullah SAW sangat menganjurkan membaca doa khusus di malam kemuliaan ini.
  • Dalam doa tersebut kita memuji Allah dengan asma-Nya, Al-Afuwwun (Maha Pemaaf), dan mengakui bahwa Allah Tuhibbul 'Afwa.
Jakarta: Di penghujung bulan suci Ramadan, perhatian umat Muslim tertuju pada satu malam yang penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar. Selain memperbanyak salat dan iktikaf, ada satu untaian kalimat yang paling ditekankan oleh Rasulullah SAW untuk terus dibasahi di bibir kita.
 
Malam Lailatul Qadar merupakan momen yang paling dinantikan oleh setiap Muslim di penghujung Ramadan. Di malam istimewa ini, Allah SWT menurunkan keberkahan, rahmat, mengabulkan doa-doa, dan membukakan pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya.
 
Dalam pencarian Lailatul Qadar, kita tidak hanya dianjurkan untuk meninggalkan perbuatan dosa, tetapi juga memanfaatkan waktu dengan maksimal agar tidak sia-sia. Selain memperbanyak zikir dan melakukan kebaikan, Rasulullah SAW sangat menganjurkan membaca doa khusus di malam kemuliaan ini.

Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar

Sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, berikut adalah doa yang sangat dianjurkan untuk dipanjatkan:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
 
"Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, dan Engkau suka mengampuni. Jadi maafkanlah aku."
 
Melansir akun X resmi PP Muhammadiyah, dalam doa tersebut kita memuji Allah dengan asma-Nya, Al-Afuwwun (Maha Pemaaf), dan mengakui bahwa Allah Tuhibbul 'Afwa (Mencintai pemberian maaf). Ini adalah isyarat halus bagi kita, jika kita ingin mendapatkan pemaafan dari Allah, kita juga harus belajar menjadi pribadi yang pemaaf kepada sesama manusia.

Memahami Makna Filosofis Kata ‘Afuw’

Pemilihan kata ‘afuw dalam doa tersebut bukanlah tanpa alasan. Secara linguistik, kata ini memiliki makna yang sangat kuat, yaitu:
 
Al-Mahuw: Penghapusan.
 
Al-Tams: Pemindahan.
 
Nabi SAW memerintahkan kita memanggil Allah dengan nama Ilahi al-‘Afuww (Yang Maha Pengampun/Pemaaf) karena memiliki hubungan khusus dengan makna Qadar. Harapannya, melalui doa ini, Allah benar-benar menghapus seluruh jejak dosa dan memaafkan kesalahan yang telah diperbuat manusia seolah-olah dosa tersebut tidak pernah ada. 
Inilah mengapa di malam yang lebih baik dari seribu bulan, kita diminta memohon Al-Afwu agar kita kembali dalam keadaan benar-benar bersih seolah tidak pernah berbuat salah.

Keutamaan Beribadah di Malam Lailatul Qadar


Pentingnya menghidupkan malam ini juga ditegaskan dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, di mana Nabi SAW bersabda:
 
"Barang siapa yang beribadah pada Lailatul Qadar atas dasar iman dan mengharap Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadan atas dasar iman dan mengharap Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Al-Bukhari).
 
Lailatul Qadar adalah kesempatan emas untuk melakukan reset batin. Mari manfaatkan sisa malam di bulan Ramadan 1447 H ini dengan memperbanyak permohonan maaf kepada Allah SWT menggunakan doa yang telah diajarkan, seraya berharap kita termasuk golongan yang mendapatkan ampunan total.
 
(Fany Wirda Putri)
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>