Kakorlantas Polri Irjen Istiono melepas pasukan Operasi Aman Nusa II di Jakarta, Sabtu, 3 Juli 2021. Foto: Istimewa
Kakorlantas Polri Irjen Istiono melepas pasukan Operasi Aman Nusa II di Jakarta, Sabtu, 3 Juli 2021. Foto: Istimewa

Lepas Pasukan, Kakorlantas Ingatkan Personel Pahami PPKM Darurat

Nasional polri lalu lintas Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 PSBM PPKM Darurat
Siti Yona Hukmana • 03 Juli 2021 13:26
Jakarta: Kakorlantas Polri Irjen Istiono melepas pasukan Operasi Aman Nusa II. Dia  mengingatkan personel di lapangan memahami aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.
 
"Pelajari, pedomani, dan laksanakan di lapangan secara baik," kata Istiono di NTMC Polri, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu, 3 Juli 2021. 
 
Apel yang digelar pukul 06.00 WIB itu menjadi pertanda dimulainya Operasi Aman Nusa II dalam menyukseskan PPKM darurat. Operasi ini digelar pada 3 Juli-1 Agustus 2021. Operasi kemanusiaan itu mengedepankan tindakan humanis, tegas, maupun terukur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada (personel) sabhara dan lalu lintas tergabung dalam satgas kita yang tugasnya adalah melakukan langkah-langkah PPKM," ujar Istiono.
 
Baca: Rerie: Pandemi Covid-19 Telah Menata Ulang Kehidupan
 
Istiono menuturkan operasi kemanusiaan ini bukan hal baru. Polri telah menggelar kegiatan sama pada 2020, saat awal pandemi covid-19. Dia meminta semua jajaran bahu-membahu memerangi pandemi covid-19 yang tak diketahui kapan berakhirnya.
 
"Kita harus perangi bersama-sama. Ini musuh bersama," ungkap jenderal bintang dua itu.
 
Dia meminta jajarannya untuk menyosialisasikan pentingnya vaksinasi kepada masyarakat. Pasalnya, vaksin bisa membuat daya tahan tubuh meningkat. Selain itu, vaksinasi bisa membangkitkan kesadaran masyarakat menjaga kesehatan dan protokol kesehatan.
 
"Hindari kerumunan dari tingkat keluarga tingkat RT/RW. Ini penting, semua sudah berupaya maksimal. Namun, kalau tidak sinergi bersama-sama dengan masyarakat kita semuanya ini covid-19 tidak pernah berakhir," ucap dia. 
 
Dia juga meminta anggota di lapangan mengendepankan komunikasi dengan masyarakat. Pasalnya, dia menilai ada potensi masyarakat tidak terima diputar balik imbas PPKM darurat.
 
"Ajak dialog, berikan kesadaran. Saya berharap masyarakat juga mulai punya kesadaran yang tinggi," kata Istiono. 
 
Polri membuat 407 titik pembatasan dan pengendalian selama PPKM darurat yang tersebar di Pulau Jawa-Bali. Titik-titik ini akan dijaga ketat 21.168 personel mulai dari Polda Metro Jaya, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, dan Polda Bali. 

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif