Jakarta: Tiap dokter di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, melayani konsultasi pasien hingga empat lantai. Namun, seluruh dokter di RSD Wisma Atlet disebut terbiasa memikul tugas tersebut.
Koordinator Humas dan Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet Letkol Laut Muhammad Arifin mengatakan konsultasi dengan pasien sejauh ini lancar. Sebab, satu dokter terbiasa mengurus pasien di dua lantai sebelum lonjakan kasus covid-19.
“Tidak masalah kan hanya konsultasi saja kalau ada keluhan pasien gejala ringan,” kata Arifin saat dihubungi, Sabtu, 19 Juni 2021.
Arifin menyebut pasien RSD Wisma Atlet adalah orang tanpa gejala atau dengan gejala ringan. Sehingga, pasien yang dirawat tidak memerlukan pengawasan intensif seperti pasien covid-19 gejala berat.
Dokter yang bertugas, kata Arifin, berperan mengobservasi kondisi pasien. Pasien yang mengalami keluhan baru ditindaklanjuti.
Baca: Gawat! RSD Wisma Atlet Diprediksi Penuh dalam 2 Hari
Arifin mengatakan pasien baru dibawa ke ruang high care unit (HCU) bila kesehatannya memburuk. Pasien tersebut bakal mendapat perawatan kedokteran lebih komplet.
“Kalau di HCU juga dokternya banyak,” ujar dia.
Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap menambah 150 dokter untuk meningkatkan kemampuan perawatan di RSD Wisma Atlet. Sehingga, satu dokter tetap melayani dua lantai agar konsultasi optimal.
Jakarta: Tiap dokter di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran,
Jakarta Pusat, melayani konsultasi pasien hingga empat lantai. Namun, seluruh dokter di RSD Wisma Atlet disebut terbiasa memikul tugas tersebut.
Koordinator Humas dan Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet Letkol Laut Muhammad Arifin mengatakan konsultasi dengan pasien sejauh ini lancar. Sebab, satu dokter terbiasa mengurus pasien di dua lantai sebelum lonjakan kasus
covid-19.
“Tidak masalah kan hanya konsultasi saja kalau ada keluhan pasien gejala ringan,” kata Arifin saat dihubungi, Sabtu, 19 Juni 2021.
Arifin menyebut pasien RSD
Wisma Atlet adalah orang tanpa gejala atau dengan gejala ringan. Sehingga, pasien yang dirawat tidak memerlukan pengawasan intensif seperti pasien covid-19 gejala berat.
Dokter yang bertugas, kata Arifin, berperan mengobservasi kondisi pasien. Pasien yang mengalami keluhan baru ditindaklanjuti.
Baca:
Gawat! RSD Wisma Atlet Diprediksi Penuh dalam 2 Hari
Arifin mengatakan pasien baru dibawa ke ruang
high care unit (HCU) bila kesehatannya memburuk. Pasien tersebut bakal mendapat perawatan kedokteran lebih komplet.
“Kalau di HCU juga dokternya banyak,” ujar dia.
Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap menambah 150 dokter untuk meningkatkan kemampuan perawatan di RSD Wisma Atlet. Sehingga, satu dokter tetap melayani dua lantai agar konsultasi optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)