Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) RSUP Persahabatan Erlina Burhan. Medcom.id/Theo
Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) RSUP Persahabatan Erlina Burhan. Medcom.id/Theo

Sukses Kendalikan Covid-19, Indonesia Diminta Belajar dari 3 Negara Ini

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 protokol kesehatan
Theofilus Ifan Sucipto • 05 Juni 2021 22:04
Jakarta: Pemerintah diminta belajar dari kesuksesan negara-negara lain yang mampu mengendalikan penyebaran covid-19. Ada tiga negara yang bisa menjadi acuan untuk pemerintah.
 
“Ini yang mestinya kita renungkan dan kita contoh,” kata Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) RSUP Persahabatan Erlina Burhan dalam diskusi virtual, Sabtu, 5 Mei 2021.
 
Pertama, Vietnam. Pemerintah Negeri Naga Biru langsung melakukan tes secara spesifik di wilayah Da Nang yang masuk zona risiko tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak 700 ribu tes covid-19 dilakukan sejak Juli-September 2020. Upaya itu berbuah manis pada 3-10 September 2020.
 
“72 ribu rumah dan 13.000 staf diperiksa di Da Nang, seluruhnya negatif,” ujar Erlina.
 
Erlina mengatakan pemerintah Vietnam tak hanya fokus melakukan tes. Ratusan ribu orang yang terpapar covid-19 langsung dikarantina.
 
Langkah berikutnya, yakni melakukan lockdown pada wilayah yang terdeteksi terjadi penularan komunitas. Lockdown dilakukan hanya dalam hitungan hari setelah penularan terjadi.
 
“Lalu restriksi perkumpulan dan perjalanan yang dilakukan sebelum kasus positif pertama terdeteksi,” papar Erlina.
 
Baca: Kasus Covid-19 Bertambah 6.594
 
Pemerintah Vietnam juga berinvestasi untuk infrastruktur kesehatan sejak lama. Hal itu didukung kedisiplinan protokol kesehatan yang tinggi dari masyarakat.
 
“Terakhir, membangun narasi yang konsisten, selaras, dan serius kepada masyarakatnya,” tutur Erlina.
 
Negara kedua, yakni Australia. Pemerintah Negeri Kanguru langsung menutup perbatasan negara sejak Maret 2020. Kemudian membuat sistem tracing dan testing yang efektif dan efisien.
 
“Alhasil tindak cepat, ekonomi pun lebih cepat pulih,” kata Erlina.
 
Serupa dengan Vietnam, komunikasi publik Australia terang-benderang. Narasi yang dibangun jelas dan konsisten dengan tujuan menghentikan pandemi.
 
Menariknya, kata Erlina, dua partai politik yang berlawanan di Australia justru bahu-membahu memerangi covid-19. Mereka mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk menekan kasus covid-19.
 
“Mereka bersaing berat tapi mau bersatu melawan pandemi covid-19,” ujar dia.
 
Erlina menyebut pemerintah Australia juga melakukan pendekatan kepada komunitas-komunitas. Seperti penduduk asli Australia dan populasi lanjut usia (lansia) guna menampung aspirasi serta mengetahui kebutuhan mereka
 
Terakhir, Selandia Baru. Erlia mengatakan langkah cepat Selandia Baru seharusnya ditiru pemerintah Indonesia. Mereka menutup perbatasan negara sejak 16 Maret 2020. Kala itu, kasus covid-19 dunia masih kisaran ribuan.
 
Pemerintah Negeri Kiwi bahkan menerapkan lockdown nasional pada 25 Maret 2020. Kemudian meningkatkan jumlah tes hingga mencapai 10 ribu orang per hari.
 
“Kalau hasil positif, langsung pelacakan kontak, dan isolasi bagi semua kontak erat,” jelas Erlina.
 
Erlina menyinggung ihwal komunikasi yang efektif dari pemerintah ke masyarakat. Pemerintah Selandia Baru konsisten menggaungkan semangat mengendalikan pandemi covid-19. Sehingga masyarakat punya visi yang sama dan disiplin protokol kesehatan.
 
“Aparat keamanan akan menindak pelanggar protokol kesehatan,” ucap dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif