Ilustrasi. medcom.id
Ilustrasi. medcom.id

Efek Buruk Budaya 'Clickbait' di Sosial Media, Apa Solusinya?

Adri Prima • 17 Juni 2021 16:01
Jakarta: Akses informasi kini semakin luas dan bahkan tak terbendung di ranah digital. Di sisi lain para pengguna platform sosial media juga berlomba-lomba dalam menghadirkan konten-konten dengan informasi yang beragam. 
 
Saat ini, salah satu trik untuk menarik audiens adalah dengan cara melakukan clickbait. Biasanya dengan membumbui judul bombastis serta gambar atau video yang didesain sedemikian rupa dengan keterangan yang berisi simpulan kerdil.
 
Kombinasi dari judul, foto atau gambar, dan keterangan yang dibuat nantinya akan memancing pembaca untuk membuka konten tersebut. Namun sayangnya, budaya clickbait ini kerap mengarah ke informasi hoaks hingga berita bohong.

Hal ini sering ditemukan pada konten-konten di media sosial. Sialnya lagi, konten-konten seperti inilah yang justru lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat.
 
Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto menyebut media sosial (medsos) sebagai sumber disinformasi. Informasi bohong atau hoaks banyak terjadi melalui medsos yang acap membuat kegaduhan.
 
“Kenapa masyarakat percaya hoaks? Karena kecenderungan clickbait membaca dan menyimpulkan secara cepat. Kemudian confirmatory bias, mudah percaya informasi yang mirip prasangkanya," ujar Henry, Rabu, 16 Juni 2021. 
 
Maka dari itu, solusi yang paling tepat untuk menghindari disinformasi yaitu masyarakat harus semakin kritis dan membiasakan mencari tahu informasi lebih dalam terkait suatu isu sebelum menyimpulkan sesuatu.
 
“Atas dasar itu semua, kita jangan terlalu percaya dengan isi medsos karena banyak diwarnai permainan dan rekayasa," bebernya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>