Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin (tengah). Foto: MI/Pius Erlangga
Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin (tengah). Foto: MI/Pius Erlangga

Ma'ruf Amin Pimpin MUI Hingga Munas

Fachri Audhia Hafiez • 20 Oktober 2019 02:28
Jakarta: Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid menyebut Ma'ruf Amin hanya berstatus nonaktif dari jabatan ketua Majelis Ulama Indonesia setelah dilantik menjadi wakil presiden (wapres). Hal ini atas keputusan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI di Lombok, NTB beberapa waktu lalu.
 
"Peserta rakernas MUI masih meminta beliau untuk melanjutkan sampai musyawarah nasional (munas) yang akan datang, tahun 2020," kata Tauhid, di Jakarta, seperti dilansir Antara, Sabtu, 19 Oktober 2019.
 
Tauhid menegaskan, tidak ada rangkap jabatan di tubuh MUI dengan nonaktifnya Ma'ruf dari jabatan ketua saat resmi dilantik sebagai wapres. Pesan itu juga telah mendapat restu dari Ma'ruf.

Mewakili MUI, Tauhid berdoa agar proses pelantikan Ma'ruf sebagai RI 2 berjalan lancar. Selain itu tidak ada kejadian yang menghambat proses puncak dari pesta demokrasi itu.
 
Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf dilantik sebagai presiden dan wakil presiden di Gedung MPR, Minggu, 20 Oktober 2019. Keduanya akan mengucapkan sumpah jabatan untuk memimpin Tanah Air periode 2019-2024. Pengukuhan Jokowi-Ma'ruf akan dihadiri para tokoh bangsa.
 
Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipastikan datang. Rival Jokowi-Ma'ruf di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, juga bakal memenuhi undangan.
 
Sebanyak 17 kepala negara, kepala pemerintahan, dan utusan khusus negara sabahat juga akan hadir. Mereka di antaranya Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan, Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, PM Singapura Lee Hsien Loong, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, PM Australia Scott Morisson, dan Raja Swaziland Mswati III.
 
Selain itu, Menteri Transportasi Amerika Serikat Elaine Chao akan datang ke Jakarta menyaksikan pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin. Sementara itu, PM Shinzo Abe dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengirimkan utusan khusus.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>