Jakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyoroti daerah rawan longsor di jalur kereta api (KA) sekitar Gresik dan Tasikmalaya, Jawa Barat. PT KAI harus memastikan jalur tersebut aman dilewati selama libur natal dan tahun baru.
"Musim hujan itu kan bisa longsor dan banjir. Jadi mesti dicek sebelum hari puncak (natal dan tahun baru)," kata Budi di Lapangan Parkir Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Desember 2019.
Budi meminta PT KAI menyiapkan peralatan berat di wilayah rawan longsor itu. Sehingga PT KAI bisa cepat menyelesaikan masalah tersebut.
"Siapkan mungkin ada dump truck, crane, dan bahan bangunan di sana. Jadi misalnya begitu kejadian, dalam setengah jam bisa dilaksanakan (diperbaiki)," kata Budi.
Budi mengingatkan masalah di satu jalur kereta bisa mengacaukan seluruh jadwal keberangkatan. Antisipasi cepat diperlukan demi kelancaran arus mudik dan balik Natal 2019.
PT KAI juga diminta melayani masyarakat dengan maksimal. Budi juga meminta personel gabungan TNI dan Polri mendukung pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
"Saya ingatkan bahwa kita harus siap siaga untuk melayani, melakukan sepenuh hati, totalitas.
Saya percaya KAI dan TNI-Polri mampu melakukan itu," ujar Budi.
Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menjelaskan ada tiga kategori daerah rawan meliputi longsor, banjir, dan ambles. PT KAI menyiagakan 355 personel di titik rawan tersebut.
"Kita letakan di titik-titik yang sudah diamati teman-teman dimana memungkinkan terjadi longsor, banjir sama ambles tadi," kata Edi.
Edi tak memerinci jumlah titik rawan tersebut. Ia hanya menyebut daerah rawan berada di jalur selatan, tepatnya di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Musim-musim ini takutnya intensitas hujan meningkat kemarin DAOP II jalur selatan karena tebing-tebing terjal, ada titik tertentu daerah labil bisa bergerak," jelasnya.
Jakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyoroti daerah rawan longsor di jalur kereta api (KA) sekitar Gresik dan Tasikmalaya, Jawa Barat. PT KAI harus memastikan jalur tersebut aman dilewati selama
libur natal dan tahun baru.
"Musim hujan itu kan bisa longsor dan banjir. Jadi mesti dicek sebelum hari puncak (natal dan tahun baru)," kata Budi di Lapangan Parkir Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Desember 2019.
Budi meminta PT KAI menyiapkan peralatan berat di wilayah rawan longsor itu. Sehingga PT KAI bisa cepat menyelesaikan masalah tersebut.
"Siapkan mungkin ada dump truck, crane, dan bahan bangunan di sana. Jadi misalnya begitu kejadian, dalam setengah jam bisa dilaksanakan (diperbaiki)," kata Budi.
Budi mengingatkan masalah di satu jalur kereta bisa mengacaukan seluruh jadwal keberangkatan. Antisipasi cepat diperlukan demi kelancaran arus mudik dan balik Natal 2019.
PT KAI juga diminta melayani masyarakat dengan maksimal. Budi juga meminta personel gabungan TNI dan Polri mendukung pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
"Saya ingatkan bahwa kita harus siap siaga untuk melayani, melakukan sepenuh hati, totalitas.
Saya percaya KAI dan TNI-Polri mampu melakukan itu," ujar Budi.
Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menjelaskan ada tiga kategori daerah rawan meliputi longsor, banjir, dan ambles. PT KAI menyiagakan 355 personel di titik rawan tersebut.
"Kita letakan di titik-titik yang sudah diamati teman-teman dimana memungkinkan terjadi longsor, banjir sama ambles tadi," kata Edi.
Edi tak memerinci jumlah titik rawan tersebut. Ia hanya menyebut daerah rawan berada di jalur selatan, tepatnya di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Musim-musim ini takutnya intensitas hujan meningkat kemarin DAOP II jalur selatan karena tebing-tebing terjal, ada titik tertentu daerah labil bisa bergerak," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DRI)