Sido Muncul memberikan bantuan Rp150 juta kepada LDD-KAJ untuk mendukung upaya pemberdayaan waria (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Sido Muncul memberikan bantuan Rp150 juta kepada LDD-KAJ untuk mendukung upaya pemberdayaan waria (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Merangkul dan Memberdayakan Waria yang Terlantar

Nasional sido muncul
Gervin Nathaniel Purba • 25 Juni 2019 15:58
Jakarta: Setiap orang berhak untuk memperoleh kehidupan yang layak, tak terkecuali waria. Selama ini, keberadaan mereka selalu dikucilkan, sehingga banyak waria terlantar.
 
Waria yang terlantar harus berjuang agar mereka tetap bertahan hidup. Ada yang menjadi pengamen dan tidak sedikit dari mereka yang terpaksa menjajakan diri karena tidak memiliki bekal keterampilkan dan pendidikan yang cukup.
 
Koordinator Forum Komunikasi Waria Indonesia (FKWI) Yuli mengatakan kehidupan keras yang dijalani para waria bermula dari penolakan keberadaan mereka oleh keluarga dan lingkungan sekitar. Akibatnya, banyak waria melarikan diri dari rumah dan setelah itu nasibnya terkatung-katung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Yuli, di DKI Jakarta terdapat 80 persen waria terlantar. Sementara, jumlah waria yang tergabung dalam FKWI sebanyak 3,7 juta orang dan anggota FKWI di DKI Jakarta 4 ribu orang.
 
Beruntung, keberadaan mereka diperhatikan oleh pihak Katedral melalui Yayasan Lembaga Daya Dharma-Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ). Kini, para waria diberikan berbagai pelatihan keterampilan seni agar mereka dapat berkarya dan diterima kembali di masyarakat.
 
Merangkul dan Memberdayakan Waria yang Terlantar
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat, Koordinator FKWI Yuli, dan pendamping FKWI Irena Sheila (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Pembina Yayasan LDD-KAJ Romo Andang L Binawan mengatakan pembinaan kepada waria ini merupakan bentuk panggilan untuk saling membantu sesama manusia. Hal ini sesuai dengan prinsip LDD-KAJ untuk membantu mereka yang lemah, kecil, miskin, tertindas, dan disabilitas (LKMTD).
 
Yayasan LDD-KAJ adalah sebuah lembaga pelayanan sosial milik Keuskupan Agung Jakarta yang bertujuan melayani kebutuhan utama kaum miskin. Pendampingan kepada waria merupakan pelayanan baru, hasil kerja sama LDD-KAJ dengan FKWI.
 
"Kami sedang mulai merangkul (waria) untuk sungguh-sungguh dibantu dan didampingi, sehingga dalam arti tertentu kemanusiaan mereka tidak tersingkirkan," ujar Romo Andang.
 
Merangkul dan Memberdayakan Waria yang Terlantar
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat berfoto bersama penyandang disabilitas binaan LDD-KAJ (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

 
Selain membina waria, LDD-KAJ juga membina penyandang disabilitas. Menurut Romo Andang, hal yang paling menantang ialah membina waria. Sebab, sebagian besar masyarakat belum bisa menerima kehadiran waria.
 
"Hal ini terjadi akibat ketidakpahaman orang tentang siapa dan apa waria. Perlu proses untuk menjelaskannya," ujarnya.
 
Para waria diberikan pelatihan selama dua kali dalam sebulan yang dilaksanakan di gedung yayasan tersebut. Karena keterbatasan dana, mereka kerap melakukan berbagai kerajinan dari barang-barang yang ada dan bisa didaur ulang.
 
Mereka didampingi sampai benar-benar mahir agar karya seni yang mereka hasilkan seperti kalung, tas, dan kain memiliki nilai jual.
 
"Distribusinya dibantu teman-teman LDD-KAJ. Teman-teman yang lain juga sedang menyiapkan mereka untuk bisa berjualan online," kata Pendamping FKWI Irena Sheila.
 
Selain keterampilan kesenian, para waria juga didampingi untuk pelatihan tata krama. Mereka dilatih cara bicara yang sopan, cara duduk, cara makan, bercanda dengan orang, menyapa dengan baik, dan lainnya. Melalui pelatihan ini, diharapkan mereka tidak dipandang rendah lagi oleh lingkungan sekitar.
 
Merangkul dan Memberdayakan Waria yang Terlantar
Para waria mengikuti kegiatan pelatihan keterampilan yang diselenggarakan LDD-KAJ (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Upaya LDD-KAJ mendampingi para waria untuk mengembalikan hartkat dan martabatnya mendapat perhatian dari Sido Muncul. Pada Senin, 24 Juni 2019, Sido Muncul melalui produk unggulannya Tolak Angin dan Tolak Linu memberikan bantuan tunai senilai Rp150 juta kepada LDD-KAJ.
 
Bantuan diberikan secara simbolis oleh DIrektur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Direktur Pelaksana LDD-KAJ Romo Christoforus Kristiono Puspo, di Aula Ignatius, Lantai 3, Gedung LDD, Katedral, Jakarta Pusat.
 
Seluruh dana akan dimanfaatkan untuk membeli alat-alat sebagai fasilitas untuk melakukan kegiatan usaha sesuai bidang yang akan digeluti. Misalnya, tata rias, tata boga, kerajinan tangan, tarian, dan lainnya.
 
Irwan mengaku mengetahui para waria yang mendapat pendampingan LDD-KAJ dari keponakannya, Maya. Setelah berkali-kali diberitahu, akhirnya dia mendapat kesempatan untuk melihat sendiri berbagai hasil karya dari para waria.
 
"Saya melihat banyak hal positif. Dengan melihat sekali, saya sudah lebih dari 100 kali mendengar. Saya menilai kegiatan ini tidak boleh berhenti," kata Irwan.
 
Irwan berkomitmen akan membantu mempromosikan hasil produk yang dihasilkan oleh para waria binaan LDD-KAJ ke beberapa jaringan yang dimiliki Sido Muncul. Misalnya, Hotel Tentrem. Selain produk hasil kreativitas waria, produk hasil kreativitas dari penyandang disabilitas binaan LDD-KAJ juga turut dipromosikan.
 
Irwan berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut. Dia juga mendoakan kepada para romo di LDD-KAJ agar terus berkarya dan mendoakan yang terbaik untuk para waria.
 
"Di luar tempat ini, banyak orang yang mencintai Anda. Hanya saja mereka tidak tahu bagaimana caranya membantu," ucap Irwan menyemangati.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif