Kementerian Sosial menggelar acara Penguatan Kapasitas Pendampingan dan Pengendalian Bansos Pangan di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis, 20 Juni 2019 (Foto:Dok)
Kementerian Sosial menggelar acara Penguatan Kapasitas Pendampingan dan Pengendalian Bansos Pangan di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis, 20 Juni 2019 (Foto:Dok)

Kemensos Genjot Kapasitas Para Pendamping Bansos

Nasional Berita Kemensos
Anggi Tondi Martaon • 20 Juni 2019 22:36
Jakarta: Angka kemiskinan nasional kembali turun. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data per September 2018, angka kemiskinan turun menjadi 9,66 persen dari sebelumnya 9,82 persen.
 
Angka kemiskinan pun kembali mencatat sejarah sebagai yang terendah sejak 1999. Tak hanya itu, gini rasio juga turun dari 0,389 pada maret 2018, kini menjadi 0,384.
 
Turunnya angka kemiskinan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya, kualitas pendamping bantuan sosial (bansos). Untuk memuluskan program bansos, Kementerian Sosial rutin mengadakan penguatan kapasitas pendampingan dan pengendalian bansos. Kali ini, diadakan di Sumatera Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kegiatan ini dinilai tepat untuk menghasilkan pendamping bansos yang berkualitas.
 
"Saya menilai bahwa kegiatan ini merupakan langkah tepat untuk menghasilkan pendamping bantuan sosial yang profesional dan kompeten untuk melakukan pendampingan di daerah, khususnya dalam rangka penanganan kemiskinan di republik ini," kata Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kementerian Sosial (Kemensos) Andi ZA Dulung saat acara membuka Penguatan Kapasitas Pendampingan dan Pengendalian Bansos Pangan di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis, 20 Juni 2019.
 
Kemensos Genjot Kapasitas Para Pendamping Bansos
Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Andi ZA Dulung (Foto:Dok)
 
Pemerintah telah memiliki berbagai program strategis untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Beras Sejahtera (Rastra), dan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RSRTLH).
 
Andi menekankan, keberhasilan berbagai program tersebut tak lepas dari peran pendamping. Sebab, mereka tidak hanya bertugas mendata, namun juga menuntun kaum fakir miskin meningkatkan kesejahteraan mereka.
 
"Pendamping sangat berperan sebagai motivator, fasilitator, dan innovator bagi para penerima bantuan stimulan," ujar dia.
 
Kemensos Genjot Kapasitas Para Pendamping Bansos
Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah I AM Asnandar (Foto:Dok)
 
Sementara itu, Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah I AM Asnandar menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dari berbagai pihak, sehingga semua pihak terkait memiliki semangat yang sama dalam menjalankan tugas mengentaskan kemiskinan.
 
Kemensos Genjot Kapasitas Para Pendamping Bansos
 
"Untuk membangun pemahaman yang sama dan kesatuan gerak langkah dalam pelaksanaan program BPNT dan Bansos Rastra," kata Asnandar.
 
Asnandar pun berharap, melalui peatihan ini dapat meningkatkan kapasitas pihak yang terkait dalam pengentasan kemiskinan, terutama pendamping. "Serta mengevaluasi kegiatan pelaksanaan pendampingan sosial terhadap KPM," ujar dia.

 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif