Menaker M Hanif Dhakiri saat menutup Rakornas Pejabat Fungsional Pengantar Kerja dan Rakornis Atnaker sekaligus pelepasan Purna Tugas Dirjen Binapenta Perluasan Kesempatan Kerja (PKK). (Foto: Dok. Kemenaker)
Menaker M Hanif Dhakiri saat menutup Rakornas Pejabat Fungsional Pengantar Kerja dan Rakornis Atnaker sekaligus pelepasan Purna Tugas Dirjen Binapenta Perluasan Kesempatan Kerja (PKK). (Foto: Dok. Kemenaker)

Menaker Dorong Pegawai Kemenaker Berinovasi

Nasional berita kemenaker
Gervin Nathaniel Purba • 27 Juni 2019 11:12
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mendorong pengantar kerja, atase ketenagakerjaan, staf teknis, dan kabid ketenagakerjaan untuk terus melakukan terobosan atau inovasi pelayanan publik kepada masyarakat.
 
Dorongan untuk terus berinovasi ini sangat penting untuk menyesuaikan dengan perkembangan tekonologi yang telah mengubah cara pandang dan pikir. Dengan demikian, diharapkan Indonesia mampu bersaing pada kompetisi di pasar global.
 
"Tidak bisa bekerja seperti biasanya. Ini menuntut kita semua untuk berubah. Kalau kita tidak berubah, kita pasti akan tertinggal, kita pasti akan terlewat," kata Menaker Hanif saat menutup Rakornas Pejabat Fungsional Pengantar Kerja dan Rakornis Atnaker sekaligus pelepasan Purna Tugas Dirjen Binapenta Perluasan Kesempatan Kerja (PKK), dikutip siaran pers, Kamis, 27 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengantar kerja merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan penempatan tenaga kerja, baik pusat maupun daerah (provinsi/kabupaten/kota).
 
Sebagai garda terdepan, pengantar kerja akan berinteraksi secara cepat dan langsung berinteraksi dengan pencari kerja maupun pemberi kerja/pengguna tenaga kerja dalam memberikan layanan penempatan tenaga kerja.
 
"Kita semua harus berubah dan mulai berpikir lebih kreatif, out of the box, dan tidak berbisnis as usual. Kalau bisnis as usual, kita makin lama makin ditinggal. Akhirnya orang tidak mau berkarir di situ karena memang tidak ada artinya," katanya.
 
Menurut Menaker, pemanfaatan digitalisasi dalam menyebarluaskan layanan penempatan tenaga kerja sekaligus peran dan fungsi pengantar kerja, baik melalui website resmi instansi maupun berbagai media sosial merupakan bentuk kehadiran pengantar kerja dalam memberikan pelayanan penempatan tenaga kerja.
 
"Pengantar kerja juga harus memperkuat peran dengan cara mencari terobosan dengan memperkuat database lowongan pekerjaan dan kebutuhan tenaga kerja," ujar Hanif.
 
Menaker menceritakan pengalaman masa lalu saat dirinya masih pengangguran dan hendak mengurus kartu kuning di kantor Disnaker. Saat itu, pekerja pengantar kerja hanya bertugas menyuruh pencari kerja untuk duduk dan mengisi berbagai formulir dan menyerahkan kepadanya.
 
"Kalau pola kerjanya masih seperti itu, ya sudah wassalam. Tidak ada yang melihat pengantar kerja. Tidak akan ada yang melihat pengantar kerja sebagai sesuatu yang penting. Justru kita tunjukkan eksistensi kita semua bahwa pengantar kerja ini penting dalam kaitan membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi pasar kerja, mendapatkan bimbingan, atau konsultasi, " ujarnya.
 
Terkait tugas atnaker di negara penempatan, Hanif meyakini dengan pengalaman yang dimiliki oleh atase/staf teknis/kabid ketenagakerjaan, bisa melakukan perubahan sepanjang memiliki political will untuk bekerja tidak seperti biasanya.
 
"Tuntutan (perubahan-red) ini muncul bukan karena saya, tapi karena dunia. Lihat sekarang, dunia berubah begitu cepat. Akhirnya, hubungan kerja berubah karena proses bisnis juga berubah, " katanya.

 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif