Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Modus Menjual Video Porno via Flashdisk Terbongkar

Nasional pornografi
Yurike Budiman • 28 November 2019 07:38
Jakarta: Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap seorang pria berinisial TH, 31, lantaran menjual film porno. TH menjual ratusan film porno kepada para pelanggannya dengan cara memasukkan konten ke dalam flashdisk dan hard disk.
 
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold Hutagalung mengatakan penangkapan tersangka TH berawal dari informasi adanya jual-beli video porno di sekitar Semanan, Jakarta Barat.
 
"Tersangka ditangkap di Pintu Keluar Pos 1 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Sabtu (24 November) kemarin," kata Reynold, Rabu, 27 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP David Kanitero mengatakan film porno yang dijual TH didapat dari hasil unggahan dari internet. Setelah mengunggah, ratusan video itu disimpan di dalam sebuah laptop untuk kemudian ditransfer ke flashdisk dan harddisk jika ada yang memesannya.
 
"Dalam satu flashdisk ada 50 film porno. Dan di dalam harddisk terdapat 450 film porno," kata David.
 
Harga jualnya bervariasi, bergantung kapasitas memori film. Omzet yang diterima pelaku diduga mencapai Rp100 juta.
 
"Rata-rata dijual antara Rp 250 ribu hingga Rp 750 ribu. Omzet selama satu tahun kurang lebih Rp100 juta," ungkap David.
 
Kepada polisi, TH mengaku lebih banyak menerima orderan dari kalangan pekerja. Namun, polisi hingga kini masih mendalami kasus jual-beli film porno ini apakah sampai ke kalangan pelajar atau tidak.
 
Sebelumnya, TH ditangkap saat berjanjian dengan seorang pelanggan berinisial YD di Jalan Raya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok.
 
"Saat tersangka bertemu YD, tersangka mendapatkan uang Rp500 ribu. Uang tersebut digunakan untuk membeli harddisk yang sudah berisi film porno. Tersangka juga memiliki empat flashdisk film porno yang merupakan cadangan. Tidak lama petugas dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok datang dan menangkap," papar David.
 
TH dijerat Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat (1) dan atau Pasal 32 Jo Pasal 6 Undang Undang No 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Undang-undang tersebut sesuai dengan tindakan tersangka yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi dan atau setiap orang yang memperdagangkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi.

 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif