THR buat PHL DKI Cair sebelum 11 Juni
Ilustrasi pasukan oranye - ANT/Reno Esnir.
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran tunjangan hari raya (THR) untuk pekerja harian lepas (PHL). Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Ali Maulana mengatakan, besaran THR setiap PHL akan berbeda tergantung gaji masing-masing.

"Sesuai dengan gajinya. Gajinya dia itu kan masing-masing jasa layanan perorangan (JLP) kita. Sesuai tugasnya ditentukan, ada beban tugasnya sesuai koefisien, nah koefisien ini dikali," jelas  Ali di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 30 Mei 2018.

Besaran beban kerja kemudian dikalikan dengan upah minimum provinsi. Saat ini, UMP DKI Jakarta sebesar Rp3,6 juta. 


"Itu besaran yang dia terima. THR ini dikonteksnya tertuang di gaji ke-13 gitu. Besarannya dengan gaji yang diterima setiap bulan," kata dia.

(Baca juga: Sandi Ingin Pasukan Oranye jadi Pengusaha)

Berbeda dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS), THR PHL akan cair sebelum tanggal 11 Juni 2018. Namun, tak menutup kemungkinan THR akan turun sebelum tanggal 5 Juni.

"Iya kita upayakan sama dengan PNS. Pokoknya sebelum libur tanggal 11. Biasanya sih mereka (dapatnya) tidak lebih dari tanggal 5. Kita urus berbarengan dengan gaji yang mereka terima," ungkap Ali.

Selain THR, para PHL juga akan mendapatkan bingkisan berupa parsel. Namun, bingkisan tersebut tidak diberikan oleh pemerintah melainkan dari donatur.

"Biasanya kalau bingkisan itu dari donatur. Masing-masing ke satu kecamatan, satu kasudin. Yang koordinir masing-masing," pungkas dia.

(Baca juga: 10 Ribu PHL DKI bakal Dibekali Keterampilan dan Sertifikat)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id