Ilustrasi: Personel Babinsa TNI-AD di Makodim 0103 Aceh Utara, Aceh, Selasa (4/3/2014). (Antara/Rahmad)
Ilustrasi: Personel Babinsa TNI-AD di Makodim 0103 Aceh Utara, Aceh, Selasa (4/3/2014). (Antara/Rahmad)

Komandan Kodim Benarkan Ada Babinsa Datangi Warga Cideng

Akmal Fauzi • 06 Juni 2014 18:07
medcom.id, Jakarta: Komandan Kodim (Dandim) 0501 Jakarta Pusat, Letnan Kolonel Infantri Yudi Pranoto mengakui ada anggota anggota Badan Pembina Desa (Babinsa) di wilayah Gambir yang mendatangi rumah warga di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.
 
Akan tetapi, dia membantah anggotanya melakukan hal itu dalam rangka memobilisasi warga untuk memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
 
Yudi saat ditemui di kantornya di Jakarta, Jumat (6/6/2014), mengatakan terjadi kesalahpahaman antara warga dengan Babinsa yang mendatangi rumah warga di daerah Cideng, Gambir, Jakarta Pusat.

Pihaknya mengakui, ada Babinsa yang datang ke rumah warga pada saat itu. Namun, dirinya menegaskan, kedatangan Babinsa ke rumah warga hanyalah tugas rutin.
 
"Ini ada miskomunikasi, warga salah paham dengan kedatangan Babinsa," kata Yudi.
 
Yudi mengatakan, tugas rutin yang dimaksud adalah Babinsa melakukan pendataan terkait kondisi geografi, demografi, dan kondisi sosial (Geodemokonsos) di lingkungan masyarakat.
 
"Itu kan tugas rutin, mereka (Babinsa) turun langsung ke masyarakat. Kondisi geografi, demografi, sosial kan setiap saat berubah. Tidak ada survei atau mobilisasi kepada salah satu calon. Ini waktu memang lagi sensitif," tuturnya
 
Saat ini, terang Yudi, pihaknya sudah mengecek anggota Babinsa yang diduga melakukan mobilisasi. Anggota Babinsa yang bersangkutan sudah dipanggil dan dimintai keterangan.
 
"Untuk mengecek Babinsa kan gampang, setiap kelurahan itu kan ada 3 Babinsa. Di Jakarta Pusat ada 44 kelurahan, kami sudah mengecek mereka (Babinsa). Tadi pagi kami kumpulkan semua Babinsa," ucap Yudi
 
Yudi menambahkan, anggota Babinsa mendatangi warga hanya menanyakan terkait pendataan penduduk saja. Tidak ada survei atau mobilisasi kepada warga seperti yang diberitakan.
 
Namun, Yudi enggan menyebutkan identitas anggota Babinsa yang dimaksud.
 
"Saya tanya ke Babinsa di kelurahan yang bersangkutan yaitu Kelurahan Cideng. Dia jelaskan kronologinya, itu hanya sekadar salah paham. Dia hanya data kependudukan. Tanya umur, jumlah keluarga. Suatu saat kan selalu berubah," kata Yudi
 
Yudi juga menambahkan, kesalahpahaman itu dinilai adanya komunikasi yang salah ditanggapi warga. Faktor pendidikan anggota Babinsa dan warga diyakini menjadi penyebab kesalahpahaman itu terjadi.
 
"Esensinya biasa, dia bertamu, ngobrol, tidak ada unsur mengarahkan. Mungkin yah, pendidikan anggota Babinsa dengan warga kan beda, jadi apa yang dikatakan anggota Babinsa itu salah ditanggapi," terangnya.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HNR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>