Jakarta: Setiap masa mudik Lebaran, ribuan kendaraan memadati jalanan secara serentak menuju kampung halaman. Kondisi ini membuat banyak pemudik memilih jam keberangkatan tertentu dengan harapan perjalanan lebih lancar dan singkat.
Namun, pemilihan waktu keberangkatan bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan juga menyangkut faktor keselamatan. Terdapat berbagai risiko spesifik yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk mudik pada siang atau malam hari.
Menentukan waktu keberangkatan mudik sering kali menjadi dilema bagi para pemudik. Banyak yang memilih berangkat di jam-jam tertentu agar lebih cepat sampai, namun keputusan ini sebenarnya bukan hanya soal menghindari macet, melainkan juga tentang keselamatan dan ketersediaan akses bantuan di jalan.
Jasa Marga mengimbau para pemudik untuk menghindari waktu keberangkatan antara pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Periode ini dikenal sebagai "jam favorit" yang paling padat di jalan tol. Berangkat di rentang waktu tersebut berisiko membuat Sobat Medcom terjebak dalam kemacetan panjang yang melelahkan fisik dan mental sebelum sampai di tujuan.
Data dari Jasa Raharja menunjukkan fakta yang perlu diamati, waktu paling rawan kecelakaan justru terjadi pada sore hari, yakni antara pukul 15.00 hingga 17.59 WIB. Hal ini biasanya dipicu oleh kondisi pengemudi yang mulai merasa lelah setelah berkendara cukup lama. Selain itu, adanya dorongan psikologis untuk segera tiba di tujuan sebelum hari gelap sering kali membuat kewaspadaan menurun, sehingga risiko kecelakaan meningkat.
Baca Juga :
Korlantas Polri Ingatkan Titik Lelah Pemudik di Jawa Tengah
Mengambil perjalanan mudik pada malam hari memerlukan kesiapan ekstra terhadap sejumlah risiko, di antaranya keterbatasan jarak pandang dan minimnya tempat istirahat yang beroperasi. Walaupun suasana jalan cenderung lebih sejuk dan sepi, akses terhadap bantuan darurat jauh lebih sulit didapatkan dibandingkan saat hari terang.
Sebaliknya, berkendara di siang hari dianggap lebih praktis untuk perjalanan jauh karena kemudahan akses ke bengkel, rest area, hingga tempat makan. Meski harus menghadapi cuaca terik, keberadaan fasilitas pendukung yang memadai membuat perjalanan siang hari terasa lebih aman dan terkendali.
Memilih waktu keberangkatan yang tepat adalah langkah awal menuju perjalanan mudik yang nyaman. Dengan mempertimbangkan segala risiko dan kelebihan antara perjalanan siang atau malam, kamu kini bisa menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan keluarga. Lakukan persiapan matang, pantau terus informasi lalu lintas terkini, dan utamakan keselamatan di atas kecepatan.
(Fany Wirda Putri)
Jakarta: Setiap masa mudik Lebaran, ribuan kendaraan memadati jalanan secara serentak menuju kampung halaman. Kondisi ini membuat banyak pemudik memilih jam keberangkatan tertentu dengan harapan perjalanan lebih lancar dan singkat.
Namun, pemilihan waktu keberangkatan bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan juga menyangkut faktor keselamatan. Terdapat berbagai risiko spesifik yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk mudik pada siang atau malam hari.
Menentukan waktu keberangkatan mudik sering kali menjadi dilema bagi para pemudik. Banyak yang memilih berangkat di jam-jam tertentu agar lebih cepat sampai, namun keputusan ini sebenarnya bukan hanya soal menghindari macet, melainkan juga tentang keselamatan dan ketersediaan akses bantuan di jalan.
Jasa Marga mengimbau para pemudik untuk menghindari waktu keberangkatan antara pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Periode ini dikenal sebagai "jam favorit" yang paling padat di jalan tol. Berangkat di rentang waktu tersebut berisiko membuat Sobat Medcom terjebak dalam kemacetan panjang yang melelahkan fisik dan mental sebelum sampai di tujuan.
Data dari Jasa Raharja menunjukkan fakta yang perlu diamati, waktu paling rawan kecelakaan justru terjadi pada sore hari, yakni antara pukul 15.00 hingga 17.59 WIB. Hal ini biasanya dipicu oleh kondisi pengemudi yang mulai merasa lelah setelah berkendara cukup lama. Selain itu, adanya dorongan psikologis untuk segera tiba di tujuan sebelum hari gelap sering kali membuat kewaspadaan menurun, sehingga risiko kecelakaan meningkat.
Mengambil perjalanan mudik pada malam hari memerlukan kesiapan ekstra terhadap sejumlah risiko, di antaranya keterbatasan jarak pandang dan minimnya tempat istirahat yang beroperasi. Walaupun suasana jalan cenderung lebih sejuk dan sepi, akses terhadap bantuan darurat jauh lebih sulit didapatkan dibandingkan saat hari terang.
Sebaliknya, berkendara di siang hari dianggap lebih praktis untuk perjalanan jauh karena kemudahan akses ke bengkel, rest area, hingga tempat makan. Meski harus menghadapi cuaca terik, keberadaan fasilitas pendukung yang memadai membuat perjalanan siang hari terasa lebih aman dan terkendali.
Memilih waktu keberangkatan yang tepat adalah langkah awal menuju perjalanan mudik yang nyaman. Dengan mempertimbangkan segala risiko dan kelebihan antara perjalanan siang atau malam, kamu kini bisa menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan keluarga. Lakukan persiapan matang, pantau terus informasi lalu lintas terkini, dan utamakan keselamatan di atas kecepatan.
(Fany Wirda Putri) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)