Jakarta: Menjelang kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia di Madinah, pemerintah kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Seluruh layanan yang diberikan kepada jemaah dipastikan tidak dipungut biaya, sehingga jemaah diminta tidak mudah percaya pada pihak yang tidak resmi.
Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa seluruh proses pelayanan sudah disiapkan secara menyeluruh, dan jemaah hanya perlu berkoordinasi dengan petugas resmi yang memiliki identitas lengkap.
Layanan haji dipastikan tanpa pungutan
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurahman, menegaskan bahwa seluruh layanan haji diberikan secara gratis kepada jemaah.
“Seluruh layanan untuk jemaah tidak dipungut biaya, jemaah juga diimbau hanya berhubungan dengan petugas resmi yang memiliki identitas jelas,” ujarnya dikutip dari laman Kementerian Haji dan Umrah, Rabu, 22 April 2026.
Menurutnya, tugas utama petugas adalah memastikan jemaah mendapatkan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan selama berada di Tanah Suci. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dalam setiap lini layanan.
“Petugas hadir untuk melayani, bukan dilayani. Semua layanan sudah disiapkan, dan jemaah tidak dikenakan biaya apa pun,” ucapnya.
Waspada oknum yang mengatasnamakan petugas haji Indonesia
Ia juga mengingatkan jemaah agar lebih waspada dan tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku sebagai petugas tanpa identitas resmi.
Petugas PPIH, kata dia, selalu dilengkapi atribut dan tanda pengenal yang jelas, termasuk nama dan logo kementerian.
“Kalau tidak memakai atribut resmi, jangan dilayani. Jemaah cukup berkomunikasi dengan petugas yang jelas identitasnya,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, apabila jemaah menemukan adanya permintaan uang atau indikasi pelanggaran, diharapkan segera melaporkannya melalui kanal resmi.
Selain aplikasi “Kawal Haji”, laporan juga bisa disampaikan melalui jalur berjenjang, mulai dari ketua regu hingga ke tingkat sektor dan Daker. Pihaknya memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti secara cepat sesuai tingkatannya.
“Insyaallah seluruh layanan sudah siap, kami juga akan menyambut kedatangan jemaah dengan selawat Badar sebagai bentuk penghormatan kepada tamu Allah,” tuturnya.
Jakarta: Menjelang kedatangan kloter pertama jemaah
haji Indonesia di Madinah, pemerintah kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Seluruh layanan yang diberikan kepada jemaah dipastikan tidak dipungut biaya, sehingga jemaah diminta tidak mudah percaya pada pihak yang tidak resmi.
Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa seluruh proses pelayanan sudah disiapkan secara menyeluruh, dan jemaah hanya perlu berkoordinasi dengan petugas resmi yang memiliki identitas lengkap.
Layanan haji dipastikan tanpa pungutan
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurahman, menegaskan bahwa seluruh layanan haji diberikan secara gratis kepada jemaah.
“Seluruh layanan untuk jemaah tidak dipungut biaya, jemaah juga diimbau hanya berhubungan dengan petugas resmi yang memiliki identitas jelas,” ujarnya dikutip dari laman Kementerian Haji dan Umrah, Rabu, 22 April 2026.
Menurutnya, tugas utama petugas adalah memastikan jemaah mendapatkan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan selama berada di Tanah Suci. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dalam setiap lini layanan.
“Petugas hadir untuk melayani, bukan dilayani. Semua layanan sudah disiapkan, dan jemaah tidak dikenakan biaya apa pun,” ucapnya.
Waspada oknum yang mengatasnamakan petugas haji Indonesia
Ia juga mengingatkan jemaah agar lebih waspada dan tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku sebagai petugas tanpa identitas resmi.
Petugas PPIH, kata dia, selalu dilengkapi atribut dan tanda pengenal yang jelas, termasuk nama dan logo kementerian.
“Kalau tidak memakai atribut resmi, jangan dilayani. Jemaah cukup berkomunikasi dengan petugas yang jelas identitasnya,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, apabila jemaah menemukan adanya permintaan uang atau indikasi pelanggaran, diharapkan segera melaporkannya melalui kanal resmi.
Selain aplikasi “Kawal Haji”, laporan juga bisa disampaikan melalui jalur berjenjang, mulai dari ketua regu hingga ke tingkat sektor dan Daker. Pihaknya memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti secara cepat sesuai tingkatannya.
“Insyaallah seluruh layanan sudah siap, kami juga akan menyambut kedatangan jemaah dengan selawat Badar sebagai bentuk penghormatan kepada tamu Allah,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)