Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), termasuk Pertamax akan mempengaruhi kebiasaan masyarakat dalam bermobilitas.
Menurut Pramono, biaya operasional kendaraan pribadi yang semakin tinggi dapat mendorong warga beralih ke moda transportasi publik yang tersedia di Jakarta.
"Apalagi dengan kenaikan BBM ini, maka peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar," kata Pramono di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan penggunaan transportasi umum sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat di ibu kota.
Baca Juga :
Harga Pertamax Naik Hampir Rp4.000 per Liter, Ini Daerah dengan Harga Tertinggi dan Terendah
Ia menyebut tingkat konektivitas antarmoda transportasi publik di Jakarta saat ini telah mencapai 93 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk menarik lebih banyak pengguna transportasi umum di masa mendatang.
Meski konektivitas terus membaik, jumlah pengguna transportasi publik saat ini masih berada di bawah 30 persen dari total masyarakat Jakarta. Namun, Pramono optimistis angka tersebut akan terus meningkat seiring pengembangan layanan dan kemudahan akses yang diberikan pemerintah.
"Apalagi, 15 golongan kita gratiskan. Sehingga dengan demikian, di Jakarta ini, hal yang berkaitan dengan transportasi umum sudah sangat baik. Pilihannya juga banyak, apakah itu MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, JakLingko, dan sebagainya," ungkap Pramono.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menargetkan pertumbuhan pengguna transportasi umum sebesar 5 hingga 10 persen setiap tahun. Peningkatan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan sekaligus menekan tingkat polusi udara di Jakarta.
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta,
Pramono Anung menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), termasuk Pertamax akan mempengaruhi kebiasaan masyarakat dalam bermobilitas.
Menurut Pramono, biaya operasional kendaraan pribadi yang semakin tinggi dapat mendorong warga beralih ke moda
transportasi publik yang tersedia di Jakarta.
"Apalagi dengan kenaikan BBM ini, maka peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar," kata Pramono di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan penggunaan transportasi umum sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat di ibu kota.
Ia menyebut tingkat konektivitas antarmoda transportasi publik di Jakarta saat ini telah mencapai 93 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk menarik lebih banyak pengguna transportasi umum di masa mendatang.
Meski konektivitas terus membaik, jumlah pengguna transportasi publik saat ini masih berada di bawah 30 persen dari total masyarakat Jakarta. Namun, Pramono optimistis angka tersebut akan terus meningkat seiring pengembangan layanan dan kemudahan akses yang diberikan pemerintah.
"Apalagi, 15 golongan kita gratiskan. Sehingga dengan demikian, di Jakarta ini, hal yang berkaitan dengan transportasi umum sudah sangat baik. Pilihannya juga banyak, apakah itu MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, JakLingko, dan sebagainya," ungkap Pramono.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menargetkan pertumbuhan pengguna transportasi umum sebesar 5 hingga 10 persen setiap tahun. Peningkatan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan sekaligus menekan tingkat polusi udara di Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)