Agoda baru-baru ini merilis Travel Outlook Report 2026. Laporan tersebut mengungkapkan tren dan wawasan terbaru yang akan membentuk pola perjalanan di Asia tahun depan, serta cara wisatawan Indonesia menjelajahi dunia dengan cara berbeda.
Berdasarkan hasil survei terbaru, 69% wisatawan Indonesia menyatakan kemungkinan besar akan menggunakan AI untuk merencanakan perjalanan mereka berikutnya. AI digunakan untuk berbagai hal, mulai dari menyusun itinerary, mencari rekomendasi destinasi, hingga membandingkan harga akomodasi.
| Baca juga: Jepang Diprediksi Jadi Destinasi Liburan Nomor Satu Orang Indonesia Pada 2026 |
Setengah dari responden mengaku percaya pada informasi yang dihasilkan AI. Sedangkan 44% lainnya bersikap netral, menandakan bahwa mereka masih membuka peluang untuk menggunakan teknologi tersebut jika semakin terbukti akurat dan bermanfaat.
Berdasarkan Travel Outlook Report 2026 Agoda, disebutkan hanya 6% responden yang menyatakan tidak percaya. Angka ini menunjukkan tingkat penolakan yang relatif kecil di masyarakat.
Data ini menegaskan bahwa wisatawan Indonesia semakin nyaman memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengalaman berwisata. Dengan tingkat adopsi yang tinggi, AI diprediksi akan memainkan peran penting dalam keputusan perjalanan di tahun mendatang.
| Baca juga: Agoda Ungkap Wisatawan Indonesia Rela Bayar Lebih Demi Sarapan Hotel |
Selain itu, laporan tersebut juga menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia termasuk yang paling aktif di Asia dan menempati posisi teratas sebagai negara dengan wisatawan yang paling mengutamakan perjalanan bersama keluarga.
Dari sisi durasi, wisatawan Indonesia memimpin dengan persentase terbesar yang ingin berlibur 13 hari atau lebih. Sementara itu, Minat terhadap destinasi domestik tetap tinggi, dengan 57% masyarakat Indonesia berencana bepergian di dalam negeri pada 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id