Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

BIN Koordinasikan Percepatan Produksi Obat Korona

Nasional Virus Korona virus corona
Antara • 12 Juni 2020 21:44
Jakarta: Badan Intelijen Negara (BIN) berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Koordinasi dilakukan guna mempercepat penelitian dan izin memproduksi formulasi obat virus korona.
 
BIN juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan produsen obat. "Semuanya mendukung, saya sangat yakin karena ini demi pemulihan anak bangsa," kata Sekretaris Utama (Sestama) BIN Komjen Pol. Bambang Sunarwibowo melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020.
 
Baca:Unair dan BIN Kembangkan Obat Covid-19

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, koordinasi dengan Unair Surabaya berbuah manis. BIN dan Unair telah menemukan formulasi kombinasi obat yang terbukti efektif menyembuhkan pasien korona.
 
Kombinasi obat itu diharapkan dapat menjadi standar pemberian obat bagi pasien covid-19. Terutama di rumah sakit rujukan pemerintah dan juga rumah sakit lainnya.
 
Bambang mengatakan pihaknya telah membantu alat riset formulasi obat covid-19 untuk membantu riset penelitian obat covid-19.
 
"Mudah-mudahan kandidat obat baru juga bisa dalam waktu dekat dihasilkan dari kerja sama BIN dengan para peneliti Unair," ujar Bambang.
 
Selain itu, pihaknya juga memberikanbantuan kemanusiaan kepada beberapa rumah sakit rujukan korona, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 BNPB, dan Kementerian Kesehatan dalam bentuk alat kesehatan dan alat pelindung diri (APD).
 
BIN juga menyumbang alat untuk laboratorium peneliti covid-19 kepada Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman, Universitas Gajah Mada (UGM), Unair, dan Pemerintah Kota Surabaya. Bantuan alat tersebut untuk meningkatkan efektivitas formulasi obat kombinasi untuk penanganan pasien korona.
 
Menurut Bambang, kerja sama dengan beberapa lembaga penelitian berhasil mengikis antrean pemeriksaan spesimen korona. Berikut dengan terapi plasma darah yang dilakukan LBM Eijkman dan produksi alat rapid testoleh peneliti UGM dan Universitas Mataram.
 
Bambang telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Korona di Graha BNPB sesuai arahanKepala BIN Budi Gunawan. Koordinasi terkait penerapan fase new normal di seluruh Indonesia.
 
"Kami sudah memerintahkan seluruh jajaran di BIN, termasuk para kabinda yang di daerah mereka masih berada di zona merah penyebaran covid-19 untuk terus memonitor dan melaporkan setiap saat perkembangan yang terjadi di lapangan," katanya.
 
BIN, kata dia, harus berada di garda depan dalam memutus rantai penyebaran virus korona. Transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke fase normal baru harus dicermati semua pihak, terutama mengawal penerapan protokol kesehatan.
 
Bambang menyebut BIN terjun langsung menggelar rapid testdi wilayah Jakarta dan Surabaya. Sebanyak 26.000 orang telah mengikutirapid testmassal sejak 29 Mei hingga 11 Juni 2020.
 
Sebanyak 2.629 peserta tes dinyatakan reaktif dan dilanjutkanswab testdengan hasil 960 orang positif korona. "Angka ini menunjukkan bahwa penyebaran COVID-19 belum mengalami penurunan yang signifikan," kata Bambang.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif