MGN Summit Indonesia 2021: Publick Heath-Vaccine What to Expect varian baru virus covid-19. (Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
MGN Summit Indonesia 2021: Publick Heath-Vaccine What to Expect varian baru virus covid-19. (Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)

Epidemiolog Sebut Booster Bantu Cegah Long Covid-19 Saat Endemi

Antara • 25 Mei 2022 19:56
Jakarta: Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menekankan pemberian vaksinasi dosis ketiga (booster) membantu mencegah terjadinya potensi long covid-19 saat negara bersiap memasuki masa endemi. Vaksin membantu mengendalikan wabah penyakit yang menyerang paru-paru tersebut.
 
"Sebuah riset membuktikan bahwa dosis ketiga juga mengurangi sekali secara signifikan potensi long covid-19 kalau terpapar dan dampak long covid-19 itu macam-macam. Itu yang merugikan kita dan vaksin membantu sekali kita mengendalikan wabah ini," kata Dicky saat dihubungi, Jakarta, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Dicky menyebut peranan dari vaksinasi booster di seluruh negara utamanya pada masa gelombang Omicron yang cenderung lebih mudah menular menjadi sangat efektif untuk melindungi diri dari penularan virus. Vaksinasi booster menjadi sebuah upaya yang benar-benar efektif dalam memberikan proteksi pada kelompok rentan baik lansia, penderita komorbid, maupun anak-anak yang belum bisa ikut mendapatkan vaksin covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan menurut satu riset, kata Dicky, vaksinasi booster dapat membuat durasi proteksi pada imun di dalam tubuh seseorang meningkat dan mampu bertahan lebih lama. Apalagi, untuk negara seperti Indonesia yang membutuhkan proteksi ekstra guna mencegah terjadinya ketimpangan imunitas di tiap-tiap provinsi hingga di tingkat kabupaten dan desa.
 
Termasuk, mempertahankan imunitas tubuh yang menurun setelah enam bulan sejak dosis vaksinasi terakhir diberikan. Menurut Dicky, meskipun pandemi di Indonesia mulai terkendali atau negara sudah memasuki masa endemi, pelandaian kasus tidak boleh dianggap remeh karena penularan masih akan tetap terjadi.
 
"Untuk negara seperti Indonesia, katakanlah dengan cakupan vaksinasi booster yang masih di bawah 50 persen apalagi untuk lansia masih banyak belum mencapai 50 persen di beberapa wilayah sekalipun, itu memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi. Pelandaian itu tidak dapat dicermati sebagai situasi sudah aman dan terkendali," ujar dia.
 
Baca: DKI Jakarta Kembali Laporkan Kasus Harian Covid-19 Terbanyak
 
Pelandaian kasus justru harus diwaspadai karena seiring dengan meningkatnya imunitas di kalangan masyarakat. Dampak yang terjadi pada penularan covid-19 adalah orang yang terkonfirmasi positif cederung bergejala ringan atau tidak bergejala.
 
Akibatnya, posisi kelompok rawan menjadi sangat berbahaya karena mampu memperbesar potensi kefatalan akibat covid-19, yakni kematian yang sampai saat ini masih terus bertambah di Indonesia. Dicky meminta semua pihak segera mendapatkan vaksin covid-19 sambil memperkuat protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan virus.
 
"Saya sangat mengimbau semua orang yang belum dan sudah waktunya untuk menerima dosis ketiga itu segera pergi ke fasilitas kesehatan. Kita punya peran secara individu untuk melindungi keluarga terdekat kita," kata Dicky.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif