Jakarta: Seorang wanita tanpa identitas tewas tertabrak kereta rel listrik (KRL) di perlintasan Angke, Tambora, Jakarta Barat, menuju Bandengan Utara, Penjaringan, Jakarta Utara. Dia dihantam KRL saat hendak menyeberang.
Saksi mata, Asnawi, menjelaskan insiden terjadi Selasa, 3 Desember 2019, pagi. Saat Asnawi hendak memperingati korban, kereta dari arah berlawanan datang dari Angke.
"Pas saya mau panggil, dia sudah terserempet (kereta). Enggak keburu," kata Asnawi di lokasi kejadian. Asnawi mengaku tak mengenal wanita tersebut. Dia menduga korban bukan warga sekitar.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim menyebut korban tak mengantongi tanda pengenal. Namun, korban diduga berusia 40 tahunan.
"Ciri-ciri menggunakan pakaian berwarna abu-abu dan celana pendek berwarna biru," kata Mustakim saat dihubungi.
Menurut dia, korban terluka parah di bagian kepala dan kaki kanan. Sejak pagi tadi, korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.
Peristiwa ini menambah deretan panjang korban yang tewas dihantam KRL. Insiden serupa sempat terjadi Rabu, 30 Oktober 2019, di perlintasan Pademangan Barat, Jakarta Utara.
Kala itu, korban, Albertus menyeberang sembari bermain gim di gawainya. Dia melintasi rel sambil mengenakan headset (perangkat jemala). Sementara itu, ada dua kereta yang melintas dalam waktu berdekatan.
Jakarta: Seorang wanita tanpa identitas tewas tertabrak kereta rel listrik (KRL) di perlintasan Angke, Tambora, Jakarta Barat, menuju Bandengan Utara, Penjaringan, Jakarta Utara. Dia dihantam KRL saat hendak menyeberang.
Saksi mata, Asnawi, menjelaskan insiden terjadi Selasa, 3 Desember 2019, pagi. Saat Asnawi hendak memperingati korban,
kereta dari arah berlawanan datang dari Angke.
"Pas saya mau panggil, dia sudah terserempet (kereta). Enggak keburu," kata Asnawi di lokasi kejadian. Asnawi mengaku tak mengenal wanita tersebut. Dia menduga korban bukan warga sekitar.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim menyebut korban tak mengantongi tanda pengenal. Namun, korban diduga berusia 40 tahunan.
"Ciri-ciri menggunakan pakaian berwarna abu-abu dan celana pendek berwarna biru," kata Mustakim saat dihubungi.
Menurut dia, korban terluka parah di bagian kepala dan kaki kanan. Sejak pagi tadi, korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.
Peristiwa ini menambah deretan panjang korban yang tewas dihantam KRL. Insiden serupa sempat terjadi Rabu, 30 Oktober 2019, di perlintasan Pademangan Barat, Jakarta Utara.
Kala itu, korban,
Albertus menyeberang sembari bermain gim di gawainya. Dia melintasi rel sambil mengenakan
headset (perangkat jemala). Sementara itu, ada dua kereta yang melintas dalam waktu berdekatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)