Pemerintahan Kabupaten Dharmasraya bersama Kemendikbud meluncurkan Festival Pamalayu, di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Agustus 2019 (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Pemerintahan Kabupaten Dharmasraya bersama Kemendikbud meluncurkan Festival Pamalayu, di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Agustus 2019 (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Kenalkan Sejarah, Kabupaten Dharmasraya Luncurkan Festival Pamalayu

Gervin Nathaniel Purba • 24 Agustus 2019 14:04
Jakarta: Pemerintahan Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Festival Pamalayu, di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Agustus 2019. Merayakan Dharmasraya, menjadi tema yang diusung.
 
Rangkaian Festival Pamalayu berlangsung pada 22 Agustus 2019 hingga 7 Januari 2020. Penutupan acara dijadwalkan pada 7 Januari, bertepatan dengan HUT ke-16 Dharmasraya.
 
Festival Pamalayu bertujuan untuk mengenalkan kekayaan budaya dan memperdalam kembali sejarah Dharmasraya kepada masyarakat, khususnya generasi milenial. 

"Untuk mempromosikan daerah sekaligus membuka sejarah, meluruskan beberapa sejarah yang telah disampaikan oleh para sejarawan,” ujar Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, ditemui usai peluncuran. 
 
Festival ini juga bertujuan untuk mempererat kembali persatuan, kesatuan, dan persahabatan yang telah lama dijalin dengan berbagai daerah. Semangat persatuan ini harus dijaga dan dikuatkan ke depannya. 
 
Kenalkan Sejarah, Kabupaten Dharmasraya Luncurkan Festival Pamalayu 
Festival Pamalayu bertujuan untuk mengenalkan kekayaan budaya dan memperdalam kembali sejarah Dharmasraya (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
"Kami juga mengimbau ini (mempererat persatuan) kepada generasi muda. Dengan mengenal budaya dan sejarah bangsa yang sangat besar ini," ujar Sutan. 
 
Sutan menyebutkan, Dharmasraya memiliki empat kerajaan yang masih eksis dan diakui masyarakat hingga saat ini. Keempat kerajaan tersebut yakni Kerajaan Pulau Punjung, Siguntur, Padang Laweh, dan Koto Besar.
 
Kenalkan Sejarah, Kabupaten Dharmasraya Luncurkan Festival Pamalayu 
Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Selain memperkenalkan keempat kerajaan tersebut, dalam festival ini juga akan digelar pesta rakyat dan mengenalkan beberapa makanan khas Dharmasraya. 
 
"Ini harus digali dan membuat suatu kekuatan baru untuk daerah yang dimekarkan ini,” katanya.
 
Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengapresiasi dan mendukung terselenggaranya Festival Pamalayu. Acara ini dinilai sebagai langkah tepat untuk mengenalkan kembali kekayaan kebudayaan dan sejarah suatu daerah. 
 
Kenalkan Sejarah, Kabupaten Dharmasraya Luncurkan Festival Pamalayu
Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
"Kami tekankan bahwa festival ini adalah inisiatif dari Kabupaten Dharmasraya. Kami sangat mengapresiasi upaya ini. Kita ingin membahas sejarah yang terjadi 750 tahun lalu, tetapi dalam rangka hubungan yang ada sejak masa lalu, bahwa itu baik-baik saja," ujar Hilmar.
 
Selain peluncuran Festival Pamalayu, acara dilanjutkan dengan diskusi Sejarah Dharmasraya. Diskusi bertujuan untuk meluruskan kembali sejarah terkait ekspedisi Pamalayu. 
 
Diskusi menghadirkan sejarawan dari Perkumpulan Wangsamudra Wenri Wahar, Peneliti Umum Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Bambang Budi Utomo, Bupati Dharmasraya, dan Dirjen Hilmar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>