Ilustrasi. Foto: Antara/M Agung Rajasa.
Ilustrasi. Foto: Antara/M Agung Rajasa.

KLHK Dorong Penanaman Pohon Penyerap Timbel

Nasional pencemaran lingkungan
Kautsar Widya Prabowo • 14 Agustus 2019 06:43
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL) terus memitigasi dampak pencemaran timbel di udara, terutama di kawasan industri. Penanaman pohon jenis mahoni, flamboyan, dan pinus diyakini mampu meminimalisasi pencemaran timbel.
 
Kepala P3KLL Herman Hermawan mengatakan tiga jenis pohon itu memiliki kemampuan yang baik dalam menyerap timbel. P3KLL telah membuktikan bedasarkan penelitiannya beberapa waktu lalu.
 
"Kemampuan menyerap timbel antara 30,7 hingga 770,8 ppm (mg/kg)," ujar Herman dalam Festival Tropical Forest and Environment Research di Kawasan Puspitek, Serpong, Tangerang, Selasa, 13 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam beberapa tahun terkahir, ungkapnya, aktivitas peleburan aki bekas masih mendominasi pencemaran timbel. Peleburan aki bekas menjadi sumber utama pencemaran timbel, baik melalui udara, air, maupun tanah
 
"Penelitian yang dilakukan P3KLL 2018 menunjukan bahwa emiten timbel masih ditemukan dari beberapa kawasan industri, khususnya industri peleburan aki," jelasnya.
 
Kondisi tersebut diperkuat dengan penelitian P3KLL lewat pengambilan data pencemaran timbel di beberapa daerah. Lokasi uji dilakukan di Cinangka dan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
 
Kadar timbel tanah di sekitar lokasi daur ulang aki bekas di daerah Cinangka adalah 14.393 mg/kg, di Parungpanjang yaitu 10.421 mg/kg. Sedangkan untuk kadar timbel dalam daun di Cinangka Bogor berkisar 48-577 mg/kg, dan daun di Parung Panjang berkisar 1,2-132 mg/kg.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif