Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: ANT/ Aditya Pradana
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: ANT/ Aditya Pradana

Prabowo Sebut Modernisasi Alusista Mendesak

Nasional kedaulatan nkri
Whisnu Mardiansyah • 20 Januari 2020 21:30
Jakarta: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meneyebut pelanggaran batas wilayah kedaulatan negara sudah marak terjadi. Karena itu, kebutuhan memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) sudah amat mendesak.
 
"Saya ingin tegaskan lagi bahwa pelanggaran wilayah tidak hanya terjadi dari satu negara, tapi beberapa negara lain juga melakukan pelanggaran wilayah ke wilayah kita. Saya kira itu di komisi I (DPR) memahami juga mendukung pemerintah dan mendukung peningkatan pertahanan TNI dan sebagainya," kata Prabowo usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 20 Januari 2020.
 
Prabowo menegaskan kedaulatan negara tidak bisa ditawar. Menindak mereka, tentu dibutuhkan alutsista yang modern dan canggih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kedaulatan dan kemerdekaan itu harus dipertahankan dan pertahanan itu butuh investasi. Kita tidak bisa serta merta punya pertahanan yang kuat," tegasnya.
 
Prabowo sendiri enggan merinci negara-negara mana saja yang kerap melanggar batas kedaulatan NKRI. Termasuk pernyataannya dikaitkan dengan situasi di Laut Natuna Utara yang memanas dengan Tiongkok.
 
Prabowo menuturkan masalah di Laut Natuna Utara hanya alarm jika alutsista TNI masih belum ideal. Alutsista yang modern dan canggih niscaya negara lain tidak berani mengusik kedaulatan nasional.
 
"Yah, meningkatkan pertahanan tentunya ya kita perlu modernisasi alutsista kita memperbaiki yang kita punya supaya kita punya kemampuanlah kita menegakan kedaulatan kita," pungkasnya.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif