Diskusi bertajuk 'Desa Kedas Project - A Bali Bersih Initiative'. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Diskusi bertajuk 'Desa Kedas Project - A Bali Bersih Initiative'. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Praise Inisiasi Pengolahan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

Nasional daur ulang
Fachri Audhia Hafiez • 13 September 2019 07:39
Jakarta: Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Environment (Praise), sebuah asosiasi yang fokus terhadap produk kemasan dan daur ulang menginisiasi pengolahan sampah dengan pendekatan ekonomi sirkular. Praise bekerjasama dengan McKinsey.org berhasil menerapkan program ini di Desa Kedas, Bali.
 
Perwakilan Praise Sinta Kaniawati menjelaskan metode ekonomi sirkular memungkinkan sampah memiliki daya guna yang ekonomis. Cara ini dinilai tepat agar mekanisme pemilihan dan pengolahan sampah di Indonesia bisa optimal.
 
"Praise mendorong pemerintah untuk mengimplementasikan sistem penanganan sampah yang efektif dan melibatkan extended stakeholder responsibility (ESR) dengan menggunakan sistem ekonomi sirkular yang meningkatkan keterlibatan komunitas untuk pemilihan sampah, serta memanfaatkan sampah kemasan yang bisa digunakan kembali (reuse) oleh industri," kata Sinta dalam pemaparannya di Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Kamis, 12 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Progam Desa Kedas merupakan bagian dari proyek percontohan Bali Bersih. Program di Desa Kades berangkat dari pengolahan sampah besutan pemerintah yang masih menemui kendala, salah satunya kebijakan Tempat Pengolahan Sampah-Reduce Reuse Recycle (TPS3R).
 
Pada dasarnya pengolahan sampah yang digerakkan Praise ialah menjadikan sampah menjadi bahan bermutu yang dapat dijual kembali. Artinya, masyarakat punya kesempatan yang sama untuk menghasilkan pundi-pundi uang dari daur ulang sampah.
 
Progam daur ulang bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Bahkan meningkatkan kualitas lingkungan hidup disamping membangun masa depan Indonesia yang lebih bersih.
 
Global Executive Director Sustainable Communities McKinsey.org, Shannon Bouton menjelaskan solusi persoalan sampah di Indonesia dapat dimulai dari perbaikan sistem pengangkutan sampah dan pengembangan pasar daur ulang. Bahan daur ulang bisa digunakan untuk tujuan produktif seperti plastik, sampah organik dan sebagainya.
 
"Di sini kami berikan edukasi kami pisahkan sampah orgasnik dan residu atau sisa dan sampah berbahaya. Ini yang berbahaya ini organik dan lain tak bercampur. Caranya dengan bagaimana mereka harus berjuang memilah plastik dengan cara pekerjaan yang menyenangkan," ujar Shannon dalam presentasinya.
 
Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengapresiasi progam daur ulang tersebut yang sejalan dengan komitmen Presiden Joko Widodo yang bertekad mengurangi lonjakan sampah, utamanya plastik. Novrizal mengatakan serapan industri daur ulang untuk sampah plastik saat ini masih tergolong rendah.
 
"Sampah yang ada itu akan jadi sumber daya, kata kunci masyarakat harus merubah perilaku daur ulang sendiri. Kita sudah mulai bergerak, pemerintah kami ikut mendorong pendekatan itu," ujar Novrizal.
 
Ketua Badan Permusyawaratan Daerah Desa Kedas, I Gusti Made Gede turut menyambut baik program ini. Bahkan sebelum program daur ulang yang digagas Praise ini berjalan, TPS3R di lingkungannya menemui hambatan dan secara ekonomi tak stabil.
 
"Setelah enam bulan, program ini berjalan, saat ini semakin banyak warga yang memilah sampah dari rumah," ujar Made.
 
Praise didirikan dengan tujuan mengkokohkan komitmen untuk mendorong terciptanya pengelolaan sampah kemasan di Indonesia yang holistik, terintegrasi dan berkesinambungan. Asosiasi yang didirikan 2010 ini memiliki tiga fokus utama yakni, mengenai advokasi, penelitian, pendidikan dan kemitraan serta kolaborasi.
 
Praise didirikan enam perusahaan, diantaranya Coca-Cola Indonesia, Danone Indonesia, Indofood Sukses Makmur, Nestle Indonesia, Tetra Park Indonesia dan Unilever Indonesia.

 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif