medcom.id, Jakarta: Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan pesawat dan kapal, untuk melakukan pencarian AirAsia QZ8501. Untuk pencarian hari kedua, TNI mengerahkan enam kapal, lima pesawat, lima helikopter.
"Itu banyak (ardama) udara, karena fungsinya untuk penginderaan. Udara jarak pandangnya lebih jauh dari kapal. Nanti kalau ada tanda-tanda, dilaporkan ke 12 kapal pencari Basarna untuk membantu," ujar Deputi Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas), Mayjen TNI Tatang Zaenudin, di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2014).
Tatang menjelaskan, Angkatan laut mengerahkan enam kapal KRI dan dua pesawat jenis CN-235, Angkatan Darat mengerahkan dua unit Helikopter MI-35 dan satu unit Helikopter Bell.
Angkatan Udara membantu dengan mengerahkan dua unit hercules, satu Boeing intai 737, satu helikopter Super Puma dan satu helikopter Puma.
"Kita akan terus melakukan pencarian. Kita hentikan kalau sudah malam. Kalau ada cuaca ekstrem, kita tunda," ujar Tatang.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Basarnas memperluas area pencarian menjadi sekitar 124 ribu KM2. Selain dibantu TNI, Basarnas juga mendapat bantuan dari Malaysia dan Singapura. Basarnas juga meminta nelayan dan kapal yang melewati perairan untuk lapor ke Basarnas jika ada tanda-tanda keberadaan kapal.
medcom.id, Jakarta: Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan pesawat dan kapal, untuk melakukan pencarian AirAsia QZ8501. Untuk pencarian hari kedua, TNI mengerahkan enam kapal, lima pesawat, lima helikopter.
"Itu banyak (ardama) udara, karena fungsinya untuk penginderaan. Udara jarak pandangnya lebih jauh dari kapal. Nanti kalau ada tanda-tanda, dilaporkan ke 12 kapal pencari Basarna untuk membantu," ujar Deputi Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas), Mayjen TNI Tatang Zaenudin, di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2014).
Tatang menjelaskan, Angkatan laut mengerahkan enam kapal KRI dan dua pesawat jenis CN-235, Angkatan Darat mengerahkan dua unit Helikopter MI-35 dan satu unit Helikopter Bell.
Angkatan Udara membantu dengan mengerahkan dua unit hercules, satu Boeing intai 737, satu helikopter Super Puma dan satu helikopter Puma.
"Kita akan terus melakukan pencarian. Kita hentikan kalau sudah malam. Kalau ada cuaca ekstrem, kita tunda," ujar Tatang.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Basarnas memperluas area pencarian menjadi sekitar 124 ribu KM2. Selain dibantu TNI, Basarnas juga mendapat bantuan dari Malaysia dan Singapura. Basarnas juga meminta nelayan dan kapal yang melewati perairan untuk lapor ke Basarnas jika ada tanda-tanda keberadaan kapal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)