medcom.id, Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengisyaratkan menolak menjadi bagian dari kabinet baru pimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Pasalnya, Abraham mengaku, perang melawan korupsi belum selesai.
"Untuk sementara kami tidak bisa berkomentar karena masih konsentrasi untuk kasus-kasus yang lebih besar, ada perang yang belum usai," kata Abraham di Gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2014).
Sejumlah spekulasi memunculkan nama Abraham Samad sebagai pengisi posisi Jaksa Agung dalam kabinet mendatang.
Soal itu, Abraham menyebut lebih memilih menuntaskan masa bakti di KPK. Dia pun menampik kala disinggung apakah dirinya menunggu tawaran dari Jokowi-JK.
"Bukan menunggu tapi segala sesuatunya harus dibicarakan bersama pimpinan lain," imbuh dia.
Meski begitu, Abraham mengaku, berterima kasih kepada rakyat Indonesia yang sudah sangat mempercayai KPK.
"Saya berterima kasih kalau dimasukkan, itu kan datang dari rakyat yang mengapresiasi KPK, bukan Abraham Samad. Hemat saya, kami berterima kasih ke masyarakat yang percaya 100%," tegas dia.
medcom.id, Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengisyaratkan menolak menjadi bagian dari kabinet baru pimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Pasalnya, Abraham mengaku, perang melawan korupsi belum selesai.
"Untuk sementara kami tidak bisa berkomentar karena masih konsentrasi untuk kasus-kasus yang lebih besar, ada perang yang belum usai," kata Abraham di Gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2014).
Sejumlah spekulasi memunculkan nama Abraham Samad sebagai pengisi posisi Jaksa Agung dalam kabinet mendatang.
Soal itu, Abraham menyebut lebih memilih menuntaskan masa bakti di KPK. Dia pun menampik kala disinggung apakah dirinya menunggu tawaran dari Jokowi-JK.
"Bukan menunggu tapi segala sesuatunya harus dibicarakan bersama pimpinan lain," imbuh dia.
Meski begitu, Abraham mengaku, berterima kasih kepada rakyat Indonesia yang sudah sangat mempercayai KPK.
"Saya berterima kasih kalau dimasukkan, itu kan datang dari rakyat yang mengapresiasi KPK, bukan Abraham Samad. Hemat saya, kami berterima kasih ke masyarakat yang percaya 100%," tegas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HNR)