Suasana RSUD Drajat Prawiranegara, Serang, Banten. Istimewa
Suasana RSUD Drajat Prawiranegara, Serang, Banten. Istimewa

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Pungli Jenazah Tsunami

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Wibowo Sangkala • 29 Desember 2018 21:53
Serang: Polda Banten menetapkan tiga orang tersangka kasus pungutan liar (Pungli) jenazah korban tsunami Banten di RSUD Drajat Prawiranegara, Serang. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup.

"Kita tetapkan tiga tersangka kasus pungutan pengambilan jenazah korban tsunami," kata Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli dalam jumpa pers di Mapolda Banten, Sabtu, 29 Desember 2018.

Ketiga tersangka itu salah satunya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) bernisial F. Sedangkan, dua tersangka lainnya ialah karyawan swasta berinisial I dan B.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Dalam aksinya, kata Dadang, F diketahui sebagai pihak yang mengendalikan pungli pengambilan jenazah korban tsunami tersebut. Kemudian, I dan B berperan sebagai eksekutor di lapangan. Sebelum menetapkan ketiganya sebagai tersangka, penyidik sudah lebih dulu memeriksa 5 orang saksi. Dari pemeriksaan itu, polisi menemukan kwitansi tidak resmi yang dikeluarkan tersangka F.

(Baca: Polisi Periksa Empat Pegawai RSUD Drajat Prawiranegara)

"Penetapan tersangka ini setelah kami melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan semuanya mengarah ketiga tersangka," kata Dadang.

Plt Direktur RSUD Drajat Prawiranegara Serang, Sri Nurhayati, yang ikut hadir dalam konferensi pers itu menegaskan pihaknya tidak akan mencampuri proses hukum yang berjalan. Apalagi, mengintervensi kewenangan polisi untuk mengungkap lebih terang kasus pungli tersebut.

"Kami menyerahkan sepenuhnya hasil penyidikan kepolisian dan tidak melakukan intervensi atas kewenangan kepolisian tersebut," kata Sri.

Sri memastikan akan memberi sanksi terhadap ASN yang terlibat dalam kasus ini sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. "Sanksi pasti ada. Sanksinya sesuai aturan dan mekanisme yang ada," pungkas Sri.

(Baca: Ambil Jenazah, Keluarga Korban Tsunami Dipalak Rp3,9 Juta)

Sebelumnya, seorang staf di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSUD Drajat Prawiranegara berinisial L diduga memalak keluarga korban tsunami yang menerjang Banten, Sabtu, 22 Desember 2018 lalu. L diduga meminta sejumlah uang kepada keluarga korban jika ingin membawa jenazah korban tsunami pulang. 

Keluarga korban tsunami yang dipungut biaya pengambilan jenazah adalah Badiamin Sinaga. Ia adalah warga Klender, Jakarta Timur. Dalam peristiwa tsunami Banten, Badiamin kehilangan tiga orang kerabatnya, yang saat itu sedang liburan ke Pantai Carita.

Keluarga Badiamin yang menjadi korban tsunami Banten adalah Ruspin Simbolon, Leo Manulang, dan seorang bayi bernama Satria. Badiamin harus mengeluarkan Rp3,9 juta untuk mengambil jenazah Ruspin Simbolon, Rp1,3 juta untuk mengambil jenazah Leo Manulang, dan Rp800 ribu untuk mengambil jenazah Satria.


(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi