Dua Tahun Teror Bom Thamrin
Peringatan dua tahun bom Thamrin. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta.
Jakarta: Kamis, 14 Januari 2016, bom bunuh diri disertai penembakan meneror Ibu Kota. Aksi yang dilakukan Dian Juni Kurniadi, Muhammad Ali, Afif, dan Ahmad Muhazan itu menewaskan delapan orang dan melukai 25 orang lainnya. 

Para korban dan keluarganya belum melupakan kejadian nahas itu. Mereka memperingati dua tahun bom Thamrin di depan Pos Polisi Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Acara peringatan diawali dengan mengheningkan cipta dan berdoa. Korban dan keluarga menutup kegiatan dengan menaburkan bunga di lokasi. 


Dwi Siti Romdhoni, salah satu korban, menyatakan aksi ini dilakukan untuk menghormati korban yang tewas. Ada beberapa poin yang disampaikan Dwi dalam aksi damai tersebut, salah satunya soal kompensasi terhadap korban. 

"Kami mendorong pemenuhan hak-hak korban terorisme yang diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dan UU Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban," kata Dwi di lokasi, Minggu, 14 Januari 2018.

Korban mendesak agar revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 yang masih digodok di DPR dipercepat. UU yang berisi pasal-pasal penguatan terkait pemenuhan hak korban itu dianggap masih lemah. 

Baca: WNI yang Ditangkap di Marawi Diduga Terkait Pengeboman Thamrin

"Khususnya hak kompensasi yang sampai hari ini belum pernah terimplementasikan secara sempurna," ucap dia.

Para korban juga mendorong agar pelaksanaan hak kompensasi dalam persoalan terorisme tidak perlu menggunakan mekanisme putusan pengadilan. Hal ini dilakukan supaya para korban bisa mendapat hak kompensasi secara lebih mudah dan cepat.

"Kami juga menyerukan kepada semua pihak untuk menjaga perdamaian, persatuan dan menghindari segala macam bentuk aksi kekerasan," lanjut dia.





(OGI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360