Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam webinar Implikasi Hasil Sensus Penduduk 2020 Terhadap Kebijakan Pembangunan Kependudukan, Kamis, 4 Februari 2021. Dok. Istimewa.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam webinar Implikasi Hasil Sensus Penduduk 2020 Terhadap Kebijakan Pembangunan Kependudukan, Kamis, 4 Februari 2021. Dok. Istimewa.

Sebaran Penduduk Timpang, 77% Ada di Jawa dan Sumatra

Fachri Audhia Hafiez • 04 Februari 2021 14:38
Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat masih ada kesenjangan sebaran jumlah penduduk di Indonesia. Sebaran penduduk tertinggi ada di Pulau Jawa dan Sumatra.
 
"Kesenjangan persebaran penduduk yang cukup siginifikan antara yang di Jawa dan Sumatra, dibandingkan dengan tempat lain," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam webinar Implikasi Hasil Sensus Penduduk 2020 Terhadap Kebijakan Pembangunan Kependudukan, Kamis, 4 Februari 2021.
 
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270,20 juta jiwa pada 2020. Sebanyak 56,10 persen penduduk berada di Pulau Jawa dan 21,68 persen warga tinggal di Pulau Sumatra. Dari dua pulau ini saja total sudah 77,78 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyebaran penduduk di Pulau Kalimantan sebanyak 6,15 persen, Sulawesi 7,36 persen, Bali dan Nusa Tenggara 5,54 persen, serta Maluku dan Papua 3,17 persen. Hasto mengatakan ketimpangan penduduk antarwilayah masih menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan.
 
Baca: Sensus Penduduk 2020, Paling Padat di Pulau Jawa
 
Menurut Hasto, kondisi ini tidak sejalan dengan asas keadilan. Seharusnya, lanjut dia, penyebaran penduduk bisa merata ke sejumlah wilayah di Tanah Air.
 
Dalam mengejar target itu, kata Hasto, diperlukan formula seperti meningkatkan angka kesuburan atau fertility rate. Kemudian, memberikan pelayanan umum bagi seorang ibu dan pencegahan stunting.
 
"Maka tentu menjadi tugas kami adalah mana daerah yang kita harus tetap mengejar kuantitas. Mana daerah yang harus mengejar pembangunan kualitas dan tentu daerah yang kita masih menekankan bagaimana menekan kuantitas tadi tidak boleh melupakan kualitas," jelas Hasto.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif