medcom.id, Batang: Keberhasilan Kabupatan Batang, Jawa Tengah, dalam mengelola anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) memicu daerah lain untuk belajar.
"Jumat, 10 kabupaten dari Riau akan datang ke sini," kata Wakil Bupati Batang Soetadi di depan Rumah Dinas Bupati Batang, Jalan Veteran, Selasa (15/3/2016).
Dipicu melalui keberanian pemerintah setempat 'menelanjangi' penggunaan APBD-nya, Soetadi berharap semakin banyak daerah yang mau belajar ke Batang. Supaya partisipasi masyarakat di masing-masing daerah meningkat.
Partisipasi itu dengan cara memberikan keleluasaan pada masasyarakat menelusuri sendiri mata anggaran yang telah digunakan dalam APBD tahun sebelumnya. Dengan begitu, masyarakat dapat mengontrol dan mengusulkan kebutuhan yang dianggap prioritas ke APBD tahun selanjutnya.
Soetadi menambahkan, 'penelanjangan' penggunaan APBD bisa dilakukan melalui Festival Anggaran atau metode membuktikan transparansi lainnya. Hal ini bisa disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.
Kabupaten Batang menggunakan metode Festival Anggaran. Tahun 2016, sebanyak 15 desa percontohan di Batang juga ikut berani menelanjangi anggarannya.
Sebelumnya, sejumlah kabupaten di Jawa Tengah sudah beberapa kali menemui Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo. Hal ini sesuai harapan Yoyok agar semua kepala daerah mulai berbenah diri dan membuktikan transparansi anggaran.
Sejumlah kabupaten yang sudah merapat, di antaranya Tegal, dan Kendal. Di luar Jawa, Muko-muko, Lampung Selatan.
medcom.id, Batang: Keberhasilan Kabupatan Batang, Jawa Tengah, dalam mengelola anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) memicu daerah lain untuk belajar.
"Jumat, 10 kabupaten dari Riau akan datang ke sini," kata Wakil Bupati Batang Soetadi di depan Rumah Dinas Bupati Batang, Jalan Veteran, Selasa (15/3/2016).
Dipicu melalui keberanian pemerintah setempat 'menelanjangi' penggunaan APBD-nya, Soetadi berharap semakin banyak daerah yang mau belajar ke Batang. Supaya partisipasi masyarakat di masing-masing daerah meningkat.
Partisipasi itu dengan cara memberikan keleluasaan pada masasyarakat menelusuri sendiri mata anggaran yang telah digunakan dalam APBD tahun sebelumnya. Dengan begitu, masyarakat dapat mengontrol dan mengusulkan kebutuhan yang dianggap prioritas ke APBD tahun selanjutnya.
Soetadi menambahkan, 'penelanjangan' penggunaan APBD bisa dilakukan melalui Festival Anggaran atau metode membuktikan transparansi lainnya. Hal ini bisa disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.
Kabupaten Batang menggunakan metode Festival Anggaran. Tahun 2016, sebanyak 15 desa percontohan di Batang juga ikut berani menelanjangi anggarannya.
Sebelumnya, sejumlah kabupaten di Jawa Tengah sudah beberapa kali menemui Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo. Hal ini sesuai harapan Yoyok agar semua kepala daerah mulai berbenah diri dan membuktikan transparansi anggaran.
Sejumlah kabupaten yang sudah merapat, di antaranya Tegal, dan Kendal. Di luar Jawa, Muko-muko, Lampung Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)