Umat Katolik Cibinong merayakan misa Imlek di Gereja Paroki Keluarga Kudus Cibinong (Foto: MTVN/Willy Datus Nai)
Umat Katolik Cibinong merayakan misa Imlek di Gereja Paroki Keluarga Kudus Cibinong (Foto: MTVN/Willy Datus Nai)

Barongsai Meriahkan Perayaan Misa Syukur Imlek di Gereja Katolik Keluarga Kudus Cibinong

Willy Datus Nai • 08 Februari 2016 23:05
medcom.id, Cibinong: Perayaan Imlek tidak saja dirayakan etnis Tionghoa. Umat Katolik berbagai etnis di Paroki Keluarga Kudus Cibinong Bogor, Jawa Barat pun turut merayakannya dengan misa syukur perayaan Imlek, Senin 8 Februari.
 
Nuansa merah dan hiasan lampion lampion turut menghiasi gereja. Tidak itu saja, beberapa pohon meihua berhiaskan angpao di letakan di pojok altar.
 
Sekitar 1000 umat yang hadir, mayoritas mengenakan busana berwarna merah. Merah melambangkan sukacita dan kegembiraan.

Misa yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu dipimpin langsung Romo Paroki Keluarga Kudus Cibinong, Michael Suharsono, PR dan tiga orang Romo pendamping. Dalam khotbahnya Romo Harsono mengatakan bahwa Imlek tahun ini bertepatan dengan tahun kerahiman Allah. Bukan kemeriahan imlek yang ingin ditunjukkan, tetapi ditujukan agar hidup umat menjadi rahim.
 
"Tahun ini merupakan tahun yang baik untuk menunjukkan bakat dan talenta kita. Karena tahun ini kita semua dipanggil oleh gereja untuk mengungkapkan jati diri," kata Romo Suharsono.
 
Barongsai Meriahkan Perayaan Misa Syukur Imlek di Gereja Katolik Keluarga Kudus Cibinong
(Foto: Usai mengikuti misa syukur imlek, umat paroki keluarga kudus cibinong dibagikan angpau dan kue keranjang)
 
Lebih Jauh, dalam khotbahnya Romo Harsono menuturkan berbagai arti di tahun monyet api. "Ada banyak ramalan atau harapan di Tahun monyet api, tetapi yang nomor satu adalah kedekatan kita dengan Tuhan. Karena hal itulah yg menentukan kita menjadi sukses di tahun yang baru," ucapnya.
 
Seperti halnya tradisi Tionghoa, di penghujung misa, umat yang hadir beserta Romo memberikan penghormatan dan rasa syukur kepada Allah dengan menghadap ke Altar dan membungkuk sebanyak tiga kali. Usai memberikan berkatnya, para romo membagikan angpao dan kue keranjang yang sudah diberkati kepada seluruh umat yang hadir.
 
"Kue keranjang menjadi lambang kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan. Setiap orang yang menerima kue ini diberkati dengan kesehatan jiwa dan raga, bertumbuh dalam iman dan moral kristiani," ungkap Romo Harsono dalam doanya.
 
Misa syukur Imlek juga semakin meriah dengan hadirnya atraksi barongsai usai para umat menerima berkat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PAT)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>