medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Bandar Udara Internasional San Francisco di San Francisco, Selasa 16 Februari 2016, sekitar pukul 15.39 waktu setempat (WS). Rombongan Presiden menjalani penerbangan selama satu jam 20 menit dari Bandar Udara Internasional Palm Springs, California dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.
Jokowi diagendakan akan bertemu dengan diaspora Indonesia di San Fransisco. Mengingat jumlah diaspora di San Fransisco cukup besar. Agenda pertemuan itu akan digelar malam hari di Auditorium Palace of Fine Arts, San Francisco.
Kemudian, esok harinya, Rabu 17 Februari 2016, selain menghadiri US-ABC, Jokowi akan berkunjung ke Silicon Valley.
"Kesempatan ini akan digunakan untuk bertemu dengan CEO perusahaan-perusahaan raksasa di bidang IT," ujar Jokowi sesaat sebelum lepas landas dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma seperti dituturkan Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/2/2016).
Pada malam harinya, lanjut Dwipayana, Presiden dan Ibu Negara bersama rombongan dijadwalkan kembali ke tanah air dan diprediksi tiba pada Jumat, 19 Februari 2016 pagi.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi bertolak ke Amerika Serikat untuk menghadiri ASEAN-US Summit di Californi pada 15-16 Februari. Jokowi mengatakan, ASEAN-US Summit merupakan konferensi yang sangat penting bagi Indonesia dalam bidang perdamaian dan kesejahteraan.
"Bagi Indonesia kemitraan ASEAN dengan AS harus diletakkan dalam konteks kemitraan untuk menciptakan perdamaian dan kesejahteraan," ujar Jokowi di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu 14 Februari 2016.
Jokowi mengungkapkan, dalam konferensi nanti, Indonesia akan mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi di bidang usaha mikro kecil dan menengah. Jokowi juga akan mempromosikan kewirausahaan dan inovasi termasuk pengembangan ekonomi digital.
"Dalam mewujudkan perdamaian, saya akan bertukar pikiran dengan para pemimpin ASEAN dan AS mengenai perdamaian dan keamanan kawasan," kata Jokowi.
Pada ASEAN-US Summit, Jokowi berkesempatan memimpin sidang pada sesi pembahasan mengenai terorisme. Kesempatan itu, sambung mantan Wali Kota Solo ini, akan dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia di dalam membangun toleransi dan memberantas terorisme.
"Kita akan mengangkat pentingnya keterlibatan masyarakat termasuk melalui media sosial dalam melawan terorisme," tutur Jokowi.
medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Bandar Udara Internasional San Francisco di San Francisco, Selasa 16 Februari 2016, sekitar pukul 15.39 waktu setempat (WS). Rombongan Presiden menjalani penerbangan selama satu jam 20 menit dari Bandar Udara Internasional Palm Springs, California dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.
Jokowi diagendakan akan bertemu dengan diaspora Indonesia di San Fransisco. Mengingat jumlah diaspora di San Fransisco cukup besar. Agenda pertemuan itu akan digelar malam hari di Auditorium Palace of Fine Arts, San Francisco.
Kemudian, esok harinya, Rabu 17 Februari 2016, selain menghadiri US-ABC, Jokowi akan berkunjung ke Silicon Valley.
"Kesempatan ini akan digunakan untuk bertemu dengan CEO perusahaan-perusahaan raksasa di bidang IT," ujar Jokowi sesaat sebelum lepas landas dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma seperti dituturkan Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/2/2016).
Pada malam harinya, lanjut Dwipayana, Presiden dan Ibu Negara bersama rombongan dijadwalkan kembali ke tanah air dan diprediksi tiba pada Jumat, 19 Februari 2016 pagi.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi bertolak ke Amerika Serikat untuk menghadiri ASEAN-US Summit di Californi pada 15-16 Februari. Jokowi mengatakan, ASEAN-US Summit merupakan konferensi yang sangat penting bagi Indonesia dalam bidang perdamaian dan kesejahteraan.
"Bagi Indonesia kemitraan ASEAN dengan AS harus diletakkan dalam konteks kemitraan untuk menciptakan perdamaian dan kesejahteraan," ujar Jokowi di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu 14 Februari 2016.
Jokowi mengungkapkan, dalam konferensi nanti, Indonesia akan mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi di bidang usaha mikro kecil dan menengah. Jokowi juga akan mempromosikan kewirausahaan dan inovasi termasuk pengembangan ekonomi digital.
"Dalam mewujudkan perdamaian, saya akan bertukar pikiran dengan para pemimpin ASEAN dan AS mengenai perdamaian dan keamanan kawasan," kata Jokowi.
Pada ASEAN-US Summit, Jokowi berkesempatan memimpin sidang pada sesi pembahasan mengenai terorisme. Kesempatan itu, sambung mantan Wali Kota Solo ini, akan dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia di dalam membangun toleransi dan memberantas terorisme.
"Kita akan mengangkat pentingnya keterlibatan masyarakat termasuk melalui media sosial dalam melawan terorisme," tutur Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)