Peneliti LIPI jenis burung, Rini Rahmatika. Foto: MTVN/meilikhah
Peneliti LIPI jenis burung, Rini Rahmatika. Foto: MTVN/meilikhah

Satwa Burung Mengurangi Aktivitasnya Selama GMT

Nasional gerhana matahari total
Meilikhah • 09 Maret 2016 13:07
medcom.id, Bogor: Fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) melintasi sebagian wilayah Indonesia pagi tadi. Dampaknya, beberapa jenis burung paruh bengkok yang berada di penangkaran burung Pusat Penelitian Biologi LIPI, Bogor, mengurangi aktivitasnya. Pengurangan aktivitas mulai dari penurunan kicauan hingga bertengger di tempat yang gelap.
 
Peneliti LIPI khusus jenis burung, Rini Rahmatika, mengatakan, sedikitnya ada lima jenis burung yang diamati selama gerhana matahari. Pengamatan dibantu CCTV untuk dua jenis burung dan pengamatan lansung untuk tiga jenis burung lainnya.
 
"Aktivitas burung menurun saat gerhana, seperti sebelum jam 6 pagi dan menjelang magrib. Waktu-waktu menjelang gelap itu membuat perilaku burung berubah," kata Rini, di Gedung Widyasatwaloka, Pusat Penelitian Biologi LIPI, Bogor, Rabu (9/3/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rini menjelaskan, dua jenis burung yang diamati menggunakan CCTV adalah jenis Kakatua Galerita dan Nuri Bayan. Sementara yang diamati langsung, ada Kakatua Goffini, Nuri Kepala Hitam dan Betet Jawa.
 
Sebelum gerhana matahari, Kakatua Galerita dan Nuri Bayan aktif berkicau, selalu merayap dan melompat dari dinding-dinding kawat kandang. Namun, saat cahaya mulai berkurang karena peristiwa gerhana matahari, kedua jenis burung itu langsung diam.
 
Hal serupa juga ditemukan pada jenis Kakatua Goffini, Nuri Kepala Hitam, dan Betet Jawa. Berdasarkan pengamatan langsung, aktivitas burung-burung itu seketika berubah saat terjadi gerhana matahari.
 
"Puncaknya GMT, mereka mengalami tidur hanya beberapa menit. Nuri Kepala Hitam jam 6 pagi vokalisasi (berkicau), makan, membersihkan bulu. Saat jam 7 dia mengurangi aktivitasnya. Sekitar pukul 07.15 dia kemudian bertengger di kandang yang lebih gelap. Biasanya dia bertengger di arah datang matahari, saat gerhana, dia bertengger ke kandang yang lebih dalam menghindari cahaya," kata dia.
 

(MBM)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif