Tim peneliti sedang mendata kerusakan terumbu karang akibat kapal pesiar mewah MV Caledonian Sky di Raja Ampat. ANT/Pemkab Raja Ampat.
Tim peneliti sedang mendata kerusakan terumbu karang akibat kapal pesiar mewah MV Caledonian Sky di Raja Ampat. ANT/Pemkab Raja Ampat.

Tim Ahli Minta Waktu Dua Minggu Hitung Kerugian Terumbu Karang Raja Ampat

Nasional terumbu karang
Dheri Agriesta • 25 Maret 2017 09:46
medcom.id, Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah selesai mengambil data yang diperlukan untuk menghitung kerugian atas rusaknya terumbu karang di Raja Ampat karena kapal pesiar MV Caledonian Sky. Para ahli dan pakar pun meminta waktu dua minggu untuk menghitung ganti rugi.
 
"Para pakar meminta waktu dua minggu untuk menghitungnya," kata Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan MR Karliansyah saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Jumat 24 Maret 2017.
 
Tim pengumpul data telah selesai melakukan verifikasi ulang terhadap kerusakan yang ditimbulkan kapal pesiar mewah itu. Setidaknya 13.270 meter persegi terumbu karang mengalami rusak berat. Sedangkan 5.612 meter persegi mengalami rusak sedang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lokasi rusaknya terumbu karang berada di jantung destinasi wisata Raja Ampat. Ada banyak penyelam dan wisatawan yang menyambangi lokasi itu. Dampak kerugian tak hanya kerusakan terumbu karang, tapi juga dampak ekonomi untuk masyarakat sekitar.
 
Karliansyah mengatakan, dampak kepada masyarakat akan diperhatikan dalam penghitungan ganti rugi. Penghitungan ganti rugi juga melibatkan kementerian dan lembaga terkait serta pemerintah daerah.
 
"Ada banyak kegiatan masyarakat terkait dengan itu (terumbu karang)," kata Karliansyah.
 
Pemerintah tegas menyikapi kasus ini. Pemerintah juga akan memanggil kapten kapal pesiar MV Caledonian Sky Keith Michael Taylor ke Indonesia. Pemanggilan akan dilakukan setelah bukti yang dikumpulkan cukup. Taylor akan dipidana di Indonesia.
 
Deputi I Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno mengatakan, tim ahli sudah mulai membuat evaluasi dari hasil temuan tim survei. Tim ahli terdiri dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
 
Perhitungan yang dilakukan tim yakni nilai kerugian dari rusaknya terumbu karang. Jumlah kerugian nantinya akan diserahkan juga ke pihak asuransi, yakni P&I Club untuk proses pergantian.
 

(DRI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif