Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas bagi-bagi 16 ton minyak goreng di Ngawi, Jawa Timur. (edhiebaskoro.com)
Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas bagi-bagi 16 ton minyak goreng di Ngawi, Jawa Timur. (edhiebaskoro.com)

Ibas Bagi-bagi 16 Ton Minyak Goreng, Denny Siregar: Nimbun?

Rendy Renuki H • 12 Maret 2022 12:41
Jakarta: Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas bagi-bagi 16 ton minyak goreng di Ngawi, Jawa Timur. Hal itu langsung disoroti dan disindir pegiat media sosial Denny Siregar.
 
Pasalnya, aksi penyaluran 16 ton minyak goreng itu menjadi viral di Twitter. Sampai tagar '16 Ton' sempat popular karena banyak mendapatkan tanggapan.
 
Denny Siregar pun heran dari mana anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat itu mendapatkan minyak goreng sebanyak itu. Padahal diketahui saat ini minyak goreng sangat sulit dicari di tengah masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalo melihat partai-partai sedang bagi-bagi minyak goreng murah, bahkan Demokrat bagi-bagi minyak goreng sampe 16 ton gua jadi bertakon-takon (bertanya-tanya)," tulis Denny Siregar di Twitter pribadinya, dikutip Sabtu 12 Maret 2022.  
 
"Sebenarnya yang nimbun itu siapa ya?," sambung Denny Siregar.
 
Kicauan Denny Siregar di Twitter pun langsung banjir tanggapan. Banyak dari netizen yang juga mempertanyakan hal serupa, dari mana Ibas mendapatkan 16 ton minyak goreng tersebut.
 
"Sudah beribu2 mungkin berjuta pertakonan spt itu bang, gausah basabasi, Bongkar!!," tulis komentar akun @Dit***.
 
"Kumpulin stok mingor dulu..dah nimbun baru deh bagi bagi ke Masy..Ahh gaya politik kek gt bocah Upin Ipin pun paham," lanjut komentar akun @Adi***.
 
Aksi Ibas bagi-bagi 16 ton minyak goreng di Ngawi menjadi viral usai anak kedua Sulilo Bambang Yudhoyono itu mempublikasikan kegiatannya. Salah satunya seperti yang dipublikasikan di situs resminya edhiebaskoro.com.
 
"Ini adalah realitas kejadian yang kita temui di Kabupaten Ngawi ketika kami melakukan reses DPR RI," kata Ibas saat operasi pasar murah yang dilakukan di dapilnya. 
 
"Kita serap aspirasi masyarakat tidak hanya dari pemberitaan, tapi kita melihat langsung di lapangan bahwa benar mereka merasa kesulitan dan mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok, seperti kedelai, lombok (cabai), daging dan yang paling gaduh adalah minyak goreng," ujar Ibas," lanjut Ibas.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif