Siswa SD di Medan jadi korban suntik vaksin kosong (SS Instagram/inimedanbungg)
Siswa SD di Medan jadi korban suntik vaksin kosong (SS Instagram/inimedanbungg)

Organisasi Perawat Akan Telusuri Dugaan Penyuntikan Vaksin Kosong

Nasional vaksinasi vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Tenaga Kesehatan
Kautsar Widya Prabowo • 21 Januari 2022 18:54
Jakarta: Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) akan mendalami dugaan tenaga kesehatan (nakes) menyuntikkan vaksin kosong di Medan Labuhan, Sumatra Utara. Nakes itu akan diminta keteranganya.
 
"Nanti organisasi profesi (PPNI) terkait akan melakukan pembinaannya," ujar juru bicara vaksinasi covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tramizi kepada Medcom.id, Jumat, 21 Januari 2022.
 
Nadia meminta nakes menjaga profesionalisme dalam memberikan pelayanan vaksinasi. Peristiwa tersebut seharusnya tidak terjadi karena sudah ada aturan yang jelas dalam menyuntikkan vaksin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengawasan dari supervisor dan tentunya profesionalisme nakes harus dijaga sesuai dengan standar yang sudah ada," jelas dia.
 
Sebelumnya, seorang siswa sekolah dasar (SD) di Medan, Sumatra Utara, diduga menjadi korban suntik vaksin kosong. Kejadian itu viral setelah diunggah akun Instagram, @inimedanbungg.
 
Dalam video tersebut, tampak siswa SD itu sedang menjalani vaksinasi covid-19. Sang bocah telah bersiap menggulung lengan bajunya.
 
Namun, ada kejanggalan saat nakes memberikan vaksin. Alat suntik terlihat tidak berisi vaksin, dan hanya disentuh tanpa ditekan.
 
Baca: Viral Suntik Vaksin Kosong Siswa SD, Ini Jawaban Dinkes Medan
 
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengungkapkan vaksinasi di SD Wahidin itu berlangsung dari pukul 09.00-18.00 WIB, pada Senin, 17 Januari 2022. Penyidik telah memeriksa empat orang, dan polisi masih terus memproses informasi.
 
Keempat orang yang telah dipanggil adalah vaksinator, tenaga kesehatan, orang tua, dan pihak nakes yang bertugas di lapangan. Pihak orang tua mengatakan dua anak sebelumnya terdapat gejala, namun anaknya tidak ada gejala sama sekali.
 
Sementara vaksinator mengatakan hanya bertugas menyuntikkan saja, namun ada perawat lain yang memasukkan vaksin ke dalam jarum suntik.
 
“Sudah dua orang yang kami panggil, dokter dan perawat yang memasukkan vaksin ke dalam jarum suntik. Kita masih dalami, namun setelah satu kasus ini viral belum ada orang tua lain yang melapor. Hari ini kami berencana memanggil saksi ahli,” ujar Hadi Wahyudi.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif