Qatar Airways. Foto: AFP/Frederic J. Brown
Qatar Airways. Foto: AFP/Frederic J. Brown

Pemerintah Alihkan Jamaah Umrah Qatar Airways ke Maskapai Lain

Adhi M Daryono • 06 Juni 2017 13:24
medcom.id, Jakarta: Krisis politik melanda negara-negara Timur Tengah. Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan memblokade lalu lintas darat laut, dan  udara terhadap Qatar.
 
Qatar Airways mau tak mau terimbas. Umat muslim yang menggunakan jasa Qatar Airways untuk melaksanakan ibadah Umroh ke Makkah dan Madinah, jadi terhambat.
 
Namun, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan jamaah umrah dari Indonesia yang menggunakan jasa maskapai dari Qatar akan tetap beribadah dengan lancar. Pemerintah akan mencarikan solusi dengan mengalihkan penerbangan ke maskapai lain yang bisa mengangkut jamaah ke Tanah Suci.

"Kita tidak bisa mencampuri urusan politik negara lain. Yang bisa kita lakukan adalah membuat kebijakan untuk tetap memudahkan para jamaah umroh dari Indonesia, yang menggunakan maskapai Qatar Airways bisa tetap melaksanakan ibadahnya dengan lancar," ujar Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso dalam keterangannya, Selasa 6 Juni 2017.
 
Kebijakan yang diambil, lanjut Agus, adalah memindahkan jamaah dari maskapai Qatar Airways ke maskapai lain yang mempunyai rute ke Arab Saudi, khususnya Riyadh dan Madinah.
 
Kebijakan tersebut dilakukan mulai Senin 5 Juni 2017. Kurang lebih 20 jamaah penumpang Qatar Airways telah dipindahkan ke maskapai Saudia Airlines.
 
Selanjutnya pada hari ini, Selasa 6 Juni 2017, akan ada 45 jamaah yang dialihkan ke penerbangan Garuda Indonesia. Agus mengimbau para jamaah agar tetap tenang dan menjalankan ibadah dengan khusuk. Selain itu juga meminta para pengelola agen perjalanan haji dan umrah yang menggunakan maskapai Qatar Airways agar melapor sehingga bisa dicarikan jalan keluarnya.
 
Agus juga meminta pihak maskapai, baik nasional maupun internasional (non Qatar) membantu kebijakan ini. Sehingga transportasi para jamaah umrah tetap lancar.
 
"Saya harapkan jamaah tetap tenang dan tetaplah beribadah dengan khusuk. Kami sebagai perwakilan negara Indonesia akan senantiasa hadir melindungi dan mencarikan jalan keluar sebaik baiknya. Lancar bagi setiap warga negara yang hendak melakukan ibadah," lanjutnya.
 
Agus menjelaskan, kebijakan ini diberlakukan hingga krisis politik di Timur Tengah selesai, dan penerbangan dari dan ke daerah tersebut bisa dengan lancar dilaksanakan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(MBM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan