medcom.id, Jakarta: Belakangan ini media sosial diramaikan dengan video audisi anak-anak yang pernah diselenggarakan oleh salah satu produk biskuit kenamaan. Meski audisi tersebut diselenggarakan tahun 2013, puluhan video kembali viral di dunia maya.
Misal di Youtube, video itu menjadi bahan gelak tawa. Apalagi, ada beberapa pengguna Youtube yang sengaja mengunggah kompilasi dari video-video tersebut.
Sebuah akun Instagram @biskuatjokes bahkan mengunggah potongan video itu. Ratusan komentar muncul di setiap video yang diunggah oleh akun yang memiliki lebih dari 14 ribu pengikut itu.
Ketua Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda mengatakan, penyebaran video mengundang kekhawatiran. Sebab, video itu dinilai bisa memicu intimidasi terhadap anak.
"Itu bisa menjadi pemicu ajang bullying dan eksploitasi," kata Erlinda saat dihubungi Metrotvnews.com, Minggu 21 Mei 2017.
Tak main-main, oknum yang sengaja menyebarkan video pun bisa dijerat hukuman. Pasalnya, konten di dalam video masuk dalam kategori anak-anak.
"Jika ada unsur kesengajaan bisa dijerat Undang-undang Perlindungan Anak," tegas Erlinda.
Ia pun mengingatkan supaya pengguna media sosial lebih berhati-hati dalam membagikan konten. Erlinda mengimbau bagi perusahaan yang menyelenggarakan audisi bisa menyaring tema lomba supaya tak disalahgunakan.
"Nanti akan kami tindaklanjuti dan kirimkan surat ke pihak penyelenggara," ujar Erlinda.
Sementara itu, akun @biskuatjokes sudah tak bisa dicari di laman pencarian. Instagram menghapus akun tersebut setelah mendapatkan laporan dari pengguna lain.
medcom.id, Jakarta: Belakangan ini media sosial diramaikan dengan video audisi anak-anak yang pernah diselenggarakan oleh salah satu produk biskuit kenamaan. Meski audisi tersebut diselenggarakan tahun 2013, puluhan video kembali viral di dunia maya.
Misal di Youtube, video itu menjadi bahan gelak tawa. Apalagi, ada beberapa pengguna Youtube yang sengaja mengunggah kompilasi dari video-video tersebut.
Sebuah akun Instagram
@biskuatjokes bahkan mengunggah potongan video itu. Ratusan komentar muncul di setiap video yang diunggah oleh akun yang memiliki lebih dari 14 ribu pengikut itu.
Ketua Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda mengatakan, penyebaran video mengundang kekhawatiran. Sebab, video itu dinilai bisa memicu intimidasi terhadap anak.
"Itu bisa menjadi pemicu ajang
bullying dan eksploitasi," kata Erlinda saat dihubungi
Metrotvnews.com, Minggu 21 Mei 2017.
Tak main-main, oknum yang sengaja menyebarkan video pun bisa dijerat hukuman. Pasalnya, konten di dalam video masuk dalam kategori anak-anak.
"Jika ada unsur kesengajaan bisa dijerat Undang-undang Perlindungan Anak," tegas Erlinda.
Ia pun mengingatkan supaya pengguna media sosial lebih berhati-hati dalam membagikan konten. Erlinda mengimbau bagi perusahaan yang menyelenggarakan audisi bisa menyaring tema lomba supaya tak disalahgunakan.
"Nanti akan kami tindaklanjuti dan kirimkan surat ke pihak penyelenggara," ujar Erlinda.
Sementara itu, akun
@biskuatjokes sudah tak bisa dicari di laman pencarian. Instagram menghapus akun tersebut setelah mendapatkan laporan dari pengguna lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DRI)