Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penyusunan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi dampak fenomena iklim El Nino dan La Nina. Arahan tersebut mencakup kesiapan pemerintah dalam menjaga pasokan pangan serta mengantisipasi risiko bencana alam, termasuk banjir.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden telah memberikan arahan secara terperinci setelah menerima laporan mengenai analisis dan rekomendasi terkait potensi perubahan kondisi iklim. Luhut menyampaikan hal tersebut dalam keterangan yang dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurutnya, perubahan pola cuaca perlu menjadi perhatian pemerintah karena dapat memengaruhi berbagai sektor strategis. Salah satu yang paling rentan terdampak adalah sektor pangan, terutama berkaitan dengan ketersediaan pasokan dan penentuan waktu tanam.
Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga perlu diantisipasi untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan strategi yang dapat diterapkan sebelum dampak fenomena iklim semakin meluas.
Luhut menekankan pentingnya menyusun rencana kontingensi sejak dini. Dengan persiapan yang matang, pemerintah diharapkan dapat menentukan respons yang tepat apabila terjadi kondisi alam yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian.
Ia menjelaskan, meskipun fenomena alam tidak dapat dikendalikan sepenuhnya, potensi dampaknya dapat diperkirakan melalui analisis dan pemantauan. Informasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah mitigasi yang diperlukan.
Dalam sektor pertanian, misalnya, pemerintah perlu memperhitungkan waktu penanaman agar kegiatan produksi pangan dapat menyesuaikan dengan kondisi iklim yang diperkirakan terjadi. Perencanaan tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan produksi dan mengantisipasi gangguan pasokan.
Kesiapan pangan juga menjadi bagian penting dari strategi menghadapi risiko perubahan iklim. Pemerintah perlu memastikan langkah yang disiapkan dapat membantu menjaga ketersediaan bahan pangan ketika kondisi cuaca berpotensi mengganggu produksi maupun distribusi.
Melalui arahan tersebut, pemerintah didorong untuk memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor agar potensi dampak El Nino dan La Nina dapat dihadapi secara terencana. Langkah antisipatif diharapkan dapat mengurangi risiko krisis sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah ketidakpastian kondisi iklim.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan