Aksi Demonstrasi lawan perubahan iklim. Foto: Unsplash.
Aksi Demonstrasi lawan perubahan iklim. Foto: Unsplash.

Puluhan Ribu Orang Desak Aksi Perubahan Iklim dalam Aksi Demonstrasi di Brussels

Arif Wicaksono • 12 Oktober 2026 11:10
Ringkasnya gini..
  • Puluhan ribu orang melakukan unjuk rasa pada kemarin melalui ibu kota Belgia, Brussels, menuju markas besar Uni Eropa (UE) untuk menuntut tindakan lebih besar guna memerangi perubahan iklim menjelang pertemuan puncak besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
  • Gelombang panas yang mencapai rekor tertinggi di seluruh Eropa dalam beberapa bulan terakhir telah menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak perubahan iklim akibat ulah manusia terhadap benua tersebut.
Brussels: Puluhan ribu orang melakukan unjuk rasa pada kemarin melalui ibu kota Belgia, Brussels, menuju markas besar Uni Eropa (UE) untuk menuntut tindakan lebih besar guna memerangi perubahan iklim menjelang pertemuan puncak besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Gelombang panas yang mencapai rekor tertinggi di seluruh Eropa dalam beberapa bulan terakhir telah menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak perubahan iklim akibat ulah manusia terhadap benua tersebut. Delegasi dari seluruh dunia akan berkumpul di kota resor Turki, Antalya bulan depan untuk pertemuan tahunan COP.
 
Namun harapannya rendah pertemuan tersebut akan menghasilkan terobosan besar karena Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump telah melepaskan diri dari proses tersebut dan momentumnya semakin berkurang di Eropa.

“Ada kekhawatiran besar di kalangan masyarakat, tidak hanya di kalangan pengunjuk rasa saat ini,” kata Ekonom Etienne de Callatay kepada AFP, saat ia menghadiri demonstrasi tersebut dikutip dari Channel News Asia. 

“Panas ekstrem yang kita alami musim panas ini adalah sesuatu yang semua orang sadari. Politisi tidak perlu takut akan dampak pemilu jika mereka mengambil tindakan berani terhadap isu-isu lingkungan hidup.” tegas dia, 

Aurore Schreiber, yang bekerja untuk sebuah LSM kerjasama pembangunan, mengatakan dia menghadiri acara tersebut bersama keluarganya "agar para politisi sadar dan mendengar pesan masyarakat".

“Kita perlu mendengarkan tuntutan generasi muda dan kelompok paling rentan,” katanya. 

“Kita membutuhkan rantai pasokan yang lebih ramah lingkungan dan adil, serta mempertimbangkan permasalahan pekerja dan upah.” tegas dia. 

Polisi menyebutkan jumlah peserta pawai, yang terbaru dari rangkaian yang diadakan di Brussels, sebanyak 45.000 orang.

Setelah harapan untuk mencapai kesepakatan yang lebih ambisius tahun lalu di Brasil pupus, Uni Eropa menetapkan target yang rendah untuk COP31 bulan depan.

Ketika Presiden AS Donald  Trump yang skeptis terhadap perubahan iklim menarik Amerika Serikat dari perundingan, upaya internasional untuk memerangi pemanasan global telah mengalami pukulan telak. Kini situasinya tampak kurang menjanjikan.

Melonjaknya harga energi telah menempatkan produsen minyak dan gas utama pada posisi yang kuat sehingga mereka cenderung tidak ingin membahas penghapusan bahan bakar fosil secara bertahap.

UE menegaskan mereka tetap menjadi pemimpin global dalam aksi iklim dan merupakan donor internasional utama di bidang ini. Namun blok tersebut sampai pada COP setelah baru-baru ini menyederhanakan undang-undang lingkungan hidup mereka sendiri.

Ketika negara ini kesulitan bersaing dengan Tiongkok dan Amerika Serikat, Brussel semakin melakukan upaya yang ramah bisnis.

Contoh terbaru pada bulan lalu Komisi Eni Eropa mengusulkan untuk menunda penerapan undang-undang yang menargetkan metana, gas rumah kaca yang sangat mencemari, selama satu tahun, dari tahun 2027 hingga 2028.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan