Lestari Moerdijat saat memberi sambutan pembuka pada acara Bosphorus Summit ke-17 di Istanbul, Turki, Kamis (5/11).(Foto Istimewa).
Lestari Moerdijat saat memberi sambutan pembuka pada acara Bosphorus Summit ke-17 di Istanbul, Turki, Kamis (5/11).(Foto Istimewa).

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Serukan Dialog untuk Stabilitas Dunia

Muhammad Syahrul Ramadhan • 05 November 2026 16:08
Ringkasnya gini..
  • Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan dunia senantiasa mengalami transformasi besar.
  • Lestari menawarkan dialog atau musyawarah untuk mewujudkan stabilitas di tengah perubahan.
  • Dialog atau musyawarah berakar kuat dalam tradisi dan pengalaman Indonesia.
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan dunia senantiasa mengalami transformasi besar. Karena itu, ia menyerukan adanya dialog untuk menjaga stabilitas dunia.

"Kita menyaksikan fragmentasi geopolitik, konflik berkepanjangan, krisisis lingkungan, dan disrupsi teknologi, yang sangat cepat yang membuat kita tertinggal," kata Lestari mengatakan saat memberi sambutan pembuka pada acara Bosphorus Summit ke-17 di Istanbul, Turki, Kamis (5/11).

Bosphorus Summit  merupakan program tahunan yang diselengarakan oleh International Cooperation Platform (UIP/ICP) yang tahun inu bertemakan "Global Transformation and Search For Stability". Lestari menjadi pembicara pembuka bersama sejumlah tokoh dunia, antara lain Faisal Al-Fayez (Presiden Senat Yordania),  Yassine Jaber (Menteri Keuangan Lebanon), Hala H. ElSaid (Mantan Menteri Perebcanaan dan Pembangunan Mesir, kini Penasihat Ekonomi Presiden Mesir).

Lestari melanjutkan dalam dunia yang berubah cepat, kita semua,  mengupayakan stabilitas. "Tetapi kita harus bertanya pada diri kita, stabilitas seperti apa yang kita cari," ujar Lestari.

Menurut Lestari, stabilitas yang kita cari bukanlah stabilitas yang dipaksakan yang justru menyebabkan perpecahan. Yang kita kejar, kata Lestari, adalah stabilitas yang tumbuh dari kepercayaan karena ia bersifat langgeng. "Stabilitas  bukan berarti ketiadaan perubahan. Stabilitas justru menghadirkan kepercayaan di tengah perubahan," tegas Lestari.

Lestari menawarkan dialog atau musyawarah untuk mewujudkan stabilitas di tengah perubahan. Dialog atau musyawarah berakar kuat dalam tradisi dan pengalaman Indonesia. "Institusi saya, Majelis Permusyawaratan Rakyat, adalah rumah musyawarah, sebuah tradisi deliberatif atau rembukan. Perbedaan tidak diselesaikan dengan suara paling keras, tetapi melalui dialog untuk mencapai konsensus," terang Lestari.
 
Lestari memperkenalkan moto Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu. Moto ini menunjukkan perbedaan bukan ancaman, melainkan sumber kekuatan. "Dalam dunia yang terbagi-bagi, dialog bukan kelemahan, melainkan bentuk tertinggi keberanian politik," ungkap Lestari.

Di bagian akhir sambutannya, Lestari mengajak dunia mengembangkan pendidikan, kerja sama mitigasi dan penanggulangan bencana, dan penempatan peremuan dan kaum muda di janting penyelesaian persoalan.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>