Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan yang dinilai perlu mempertimbangkan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan penciptaan lapangan kerja.
Apindo khawatir aturan yang terlalu berfokus pada aspek perlindungan justru dapat memengaruhi kemampuan dunia usaha dalam mempertahankan maupun menciptakan pekerjaan baru.
Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan pihaknya sengaja menyampaikan sejumlah poin yang dinilai krusial karena pembahasan RUU tersebut memasuki tahap penting dengan waktu yang relatif terbatas.
“Kami merasa sangat penting untuk menyampaikan dan kami mohon bantuan teman-teman media untuk poin-poin krusial yang kami khawatirkan kalau nantinya RUU itu tidak berimbang dan hanya fokus di dalam perlindungan,” ujar Shinta dalam konferensi pers terkait posisi dunia usaha terhadap RUU Pelindungan Ketenagakerjaan di Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
Menurutnya, keseimbangan tersebut penting karena aturan ketenagakerjaan nantinya tidak hanya berdampak terhadap pekerja, tetapi juga terhadap dunia usaha. Ia menilai regulasi harus turut memperhatikan kemampuan industri dalam memperluas kesempatan kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Itu akan sangat memengaruhi kondisi dunia usaha dan terutama kekuatan kami dari segi perluasan kesempatan kerja dan penciptaan lapangan kerja,” katanya.
Ia mengingatkan pembahasan regulasi ketenagakerjaan seharusnya tidak membuat Indonesia mengalami kemunduran. Menurutnya, kondisi dunia kerja terus berubah sehingga aturan yang dibuat saat ini juga harus mampu menjawab kebutuhan ekonomi pada masa mendatang.
“Waktunya melihat kondisi masa depan, kita perlu progresif kemajuan yang diharapkan yang bisa membantu untuk kembangan ekonomi Indonesia ke depan juga,” tuturnya.
Lebih lanjut, Apindo meminta pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan turut melihat posisi Indonesia dalam persaingan ekonomi dengan negara lain. Kepentingan pekerja dan pengusaha pada akhirnya juga berkaitan dengan kemampuan Indonesia menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.
Shinta menekankan bahwa persaingan tersebut seharusnya tidak dipandang sebagai pertentangan antara pengusaha dan pekerja.
“Ini saya selalu katakan sama teman-teman buruh, yang kita harus debatkan sebenarnya bukan antara kita, tapi bagaimana Indonesia benar-benar berdaya saing mengawal negara-negara kompetitor kita. Karena pada akhirnya semua juga mengenai investasi, semua juga ingin mengembangkan ekonominya,” tutupnya.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan