Kerusakan infrastruktur dampak bencana gempa bumi pada bangunan terminal penumpang Pelabuhan Lorensius Say, Maumere, Sikka, NTT, Kamis, 20 Agustus 2026. Foto: MI/Usman Iskandar.
Kerusakan infrastruktur dampak bencana gempa bumi pada bangunan terminal penumpang Pelabuhan Lorensius Say, Maumere, Sikka, NTT, Kamis, 20 Agustus 2026. Foto: MI/Usman Iskandar.

Gen Z Bisa Jadi "Tim Bencana" di NTT, Ini Link dan Cara Daftar Jadi Relawan

Annisa ayu artanti • 27 Agustus 2026 21:54
Ringkasnya gini..
  • NTT masih membutuhkan relawan. Gen Z bisa mendaftar melalui Desk Relawan BNPB untuk ikut mendukung penanganan bencana.
  • BNPB membuka pendaftaran relawan secara daring untuk memudahkan koordinasi dan mobilisasi bantuan di wilayah terdampak bencana NTT.
Jakarta: Mau ikut turun tangan membantu warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT)? Gen Z bisa ikut bergabung menjadi relawan atau bagian dari "Tim Bencana".
 
Kebutuhan relawan di sejumlah wilayah terdampak bahkan masih menjadi perhatian. Pemerintah Provinsi NTT mengakui tenaga relawan masih diperlukan untuk membantu penanganan di lapangan, mulai dari distribusi bantuan hingga mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.
 
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun membuka pendaftaran relawan secara daring melalui Desk Relawan. Pendaftaran ini ditujukan untuk memudahkan koordinasi dan mobilisasi relawan yang ingin terlibat dalam penanganan bencana di NTT.

Link Pendaftaran Relawan Bencana NTT

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan calon relawan dapat mendaftarkan diri secara online.

"Bagi relawan yang akan ikut serta dalam penanganan bencana di NTT dapat mendaftarkan diri melalui Desk Relawan di laman katalogketangguhan.bnpb.go.id/desk-relawan," kata Berton dalam konferensi pers di Jakarta beberapa waktu lalu.
 
Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman berikut:
 
Link Pendaftaran Desk Relawan BNPB
 
Pendaftaran secara daring diharapkan dapat membantu proses pendataan, koordinasi, serta mobilisasi relawan sesuai kebutuhan di wilayah terdampak.
 
Baca juga: Karhutla atau Gempa, Mana Lebih Sulit Ditangani Pemerintah?

NTT Akui Masih Kekurangan Relawan

Kebutuhan relawan juga disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Menurutnya, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan berbagai pihak masih fokus pada penanganan darurat serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Mulai dari makanan, minuman, layanan kesehatan, hingga tempat beristirahat menjadi perhatian dalam masa tanggap darurat.
 
"Rakyat juga boleh ambil barang pokok di kios dan toko, nanti Pemprov NTT yang bayar. Kami akan pastikan, seluruh kebutuhan dasar rakyat terpenuhi," ujar Melkiades.
 
Ia berharap tidak ada lagi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan kebutuhan dasar.
 
“Kami bekerja keras, memakai kendaraan TNI-Polri ke desa dan gunung. Kami memang kekurangan relawan," kata Melki.
 
Kondisi tersebut membuka peluang bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam upaya kemanusiaan, termasuk anak muda dan Gen Z yang memiliki berbagai kemampuan yang dapat dimanfaatkan dalam penanganan bencana.
 
Gen Z Bisa Jadi Tim Bencana di NTT, Ini Link dan Cara Daftar Jadi Relawan
Relawan Gesit membantu memasak di dapur umum di Posko Bencana Desa Kesokoja, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, NTT. Foto: Dok Relawan Gesit

Kenapa Gen Z Bisa Dibutuhkan dalam Tim Bencana?

Keterlibatan relawan tidak selalu identik dengan pekerjaan fisik di lokasi terdampak. Dalam situasi bencana, kemampuan mengolah informasi, berkomunikasi, mengelola data, hingga membantu koordinasi juga dapat menjadi kebutuhan penting.
 
Generasi muda, termasuk Gen Z, memiliki sejumlah kemampuan yang berpotensi mendukung kerja-kerja kerelawanan.

1. Cepat Menggunakan Teknologi Digital

Gen Z tumbuh di tengah perkembangan internet dan teknologi digital. Kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk membantu penyebaran informasi, pengelolaan data, komunikasi antarrelawan, hingga mendukung kebutuhan pemetaan dan koordinasi.

2. Memiliki Jaringan Komunikasi yang Cepat

Media sosial memungkinkan informasi penting menjangkau banyak orang dalam waktu singkat. Anak muda dapat membantu menyebarkan informasi resmi terkait kebutuhan bantuan, jalur evakuasi, titik pengungsian, atau informasi penting lainnya. Kemampuan menggerakkan komunitas melalui platform digital juga bisa menjadi nilai tambah dalam kegiatan kerelawanan.

3. Adaptif Menghadapi Situasi yang Berubah

Situasi bencana dapat berubah dengan cepat. Kebutuhan di lapangan pun tidak selalu sama dari hari ke hari. Kemampuan beradaptasi, belajar menggunakan sistem baru, dan berkoordinasi melalui berbagai platform digital dapat menjadi modal bagi relawan muda. Namun, setiap relawan tetap perlu mengikuti arahan dan pembagian tugas dari pihak yang berwenang agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan.

4. Bisa Membantu Melawan Hoaks saat Bencana

Salah satu tantangan besar saat bencana adalah beredarnya informasi yang belum tentu benar. Gen Z yang aktif menggunakan media digital dapat ikut membantu dengan membagikan informasi dari sumber resmi, melakukan pengecekan sebelum menyebarkan informasi, serta mengarahkan masyarakat ke kanal informasi yang kredibel.
 
Kemampuan ini penting karena informasi keliru dapat memicu kepanikan atau membuat bantuan tidak tepat sasaran.

5. Kepedulian Sosial Bisa Diwujudkan lewat Aksi Nyata

Banyak anak muda memiliki kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan. Dalam situasi bencana, kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kontribusi.
 
Tidak semua orang harus memiliki peran yang sama. Ada yang mungkin membantu langsung di lapangan, sementara yang lain dapat mendukung pengumpulan data, komunikasi, edukasi, penggalangan bantuan, atau pekerjaan lain sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Mau Jadi Relawan Bencana? Perhatikan Hal Ini

Keinginan membantu tentu penting, tetapi menjadi relawan di wilayah bencana juga membutuhkan kesiapan. Calon relawan sebaiknya mengikuti prosedur pendaftaran dan koordinasi yang telah ditetapkan. Jangan langsung datang ke lokasi tanpa koordinasi karena keberadaan relawan yang tidak terdata justru dapat menambah beban logistik dan koordinasi.
 
Kemampuan, kondisi fisik, serta keahlian yang dimiliki juga perlu disampaikan dengan jelas saat proses pendaftaran agar relawan dapat ditempatkan sesuai kebutuhan.
 
Bagi Gen Z yang ingin ikut menjadi bagian dari penanganan bencana di NTT, pendaftaran dapat dilakukan melalui Desk Relawan BNPB. Keterampilan digital, kemampuan komunikasi, hingga pengalaman di bidang tertentu bisa menjadi bekal untuk berkontribusi dalam kerja kemanusiaan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>