Presiden Prabowo Subianto di salah satu lokasi terdampak kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres
Presiden Prabowo Subianto di salah satu lokasi terdampak kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres

Karhutla atau Gempa, Mana Lebih Sulit Ditangani Pemerintah?

Annisa ayu artanti • 27 Agustus 2026 12:56
Ringkasnya gini..
  • Karhutla dinilai lebih kompleks karena bisa berulang, sulit dipadamkan, dan dipengaruhi aktivitas manusia serta cuaca ekstrem.
  • Penanganan gempa fokus pada evakuasi, tanggap darurat, pemulihan, dan rekonstruksi setelah bencana terjadi.
  • Prabowo optimistis penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia dapat selesai dalam 1-2 minggu.
Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan gempa bumi sama-sama bisa menimbulkan kerusakan besar. Namun, dari sisi penanganan pemerintah keduanya menghadirkan tantangan yang berbeda.
 
Merangkum berbagai sumber, Karhutla bahkan bisa dinilai lebih rumit karena bencana ini pada banyak kasus berkaitan dengan aktivitas manusia, bisa berulang, dan membutuhkan operasi pemadaman yang berlangsung lama. 
 
Sebaliknya, gempa bumi tidak dapat dicegah maupun diprediksi secara pasti sehingga fokus pemerintah lebih banyak diarahkan pada evakuasi, tanggap darurat, dan pemulihan.

Karhutla dan Gempa Punya Tantangan Berbeda

Pada karhutla, pemerintah harus berhadapan dengan api yang dapat terus menyebar, kondisi cuaca ekstrem, medan sulit, hingga keterbatasan sumber air. 

Tantangan juga semakin berat ketika kebakaran terjadi di lahan gambut. Api di lahan gambut tidak hanya membakar permukaan. Bara dapat bertahan di bawah tanah dan kembali muncul ketika kondisi mendukung. 
 
Sementara itu, gempa bumi memiliki karakter berbeda. Bencana ini terjadi akibat aktivitas tektonik dan tidak dapat dicegah. Setelah gempa terjadi, pemerintah perlu bergerak cepat untuk menyelamatkan korban, menyalurkan bantuan, menyediakan layanan kesehatan, hingga memperbaiki infrastruktur yang rusak.
 
Baca juga: Indonesia Dilanda Rentetan Bencana, Kesiapsiagaan Harus Diperkuat

Prabowo Optimistis Karhutla Segera Teratasi

Meski demikian, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pemerintah terus melakukan upaya terpadu menghadapi bencana dan kondisi iklim ekstrem, termasuk kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
 
Prabowo optimistis penanganan karhutla dapat segera diselesaikan. Ia menyebut sejumlah wilayah sudah mulai teratasi.
 
"Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi, di beberapa tempat saya kira saya berharap dalam 1-2 minggu ini bisa selesai semua," kata Prabowo dalam keterangan tertulis, yang kembali dikutip pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Pemerintah Pantau Penanganan Bencana

Terkait bencana gempa di NTT, Presiden Prabowo telah melakukan peninjauan di posko penanganan bencana Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu siang, 26 Agustus 2026.
 
Dalam koordinasinya, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah pusat terus menerus memantau dan terus menerus melakukan langkah-langkah, mengirim bantuan, menyiapkan semuanya untuk mengatasi kesulitan saudara-saudara. 
 
"Ini masalah alam, kita waspadai, kita belajar dan kita ambil langkah-langkah persiapan. Sudah kita siapkan perbaikan-perbaikan, langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, segera kita jalankan.” kata Presiden Prabowo dikutip dari tayangan Prioritas Indonesia Metro TV.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>