Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. DOK BPMI Setpres
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. DOK BPMI Setpres

Protokol Kesehatan Kendur, Kasus Covid-19 Melonjak Hingga 113%

Nasional Virus Korona protokol kesehatan Satgas Covid-19
Theofilus Ifan Sucipto • 08 Januari 2021 09:10
Jakarta: Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengungkapkan kasus covid-19 di Tanah Air melonjak 113 persen selama periode Oktober 2020 hingga awal Januari 2021. Lonjakan akibat masyarakat tak mematuhi protokol kesehatan.
 
“Penurunan kepatuhan protokol kesehatan yang hanya 20 atau 30 persen, kasusnya meningkat hingga 113 persen,” kata Wiku dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Desember 2021.
 
Wiku menuturkan kepatuhan protokol kesehatan menurun selama Oktober 2020 hingga awal Januari 2021. Kepatuhan memakai masker mencapai 79,45 persen dan kepatuhan menjaga jarak 62,60 persen pada periode 26 Oktober 2020 hingga 1 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepatuhan masyarakat terus merosot. Pihaknya mencatat pada periode 28 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021, hanya 55,20 persen masyarakat patuh memakai masker dan 39,51 persen masyarakat menjaga jarak.
 
“Artinya tren kepatuhan protokol kesehatan yang semakin menurun berbanding lurus dengan tren penambahan kasus positif mingguan yang semakin meningkat,” papar Wiku.
 
(Baca: PSBM Harus Jadi Momentum Meningkatkan Disiplin Penerapan Protokol Kesehatan)
 
Wiku meminta masyarakat waspada dan kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya, protokol kesehatan merupakan langkah pencegahan paling mudah.
 
“Kita harus ingat tren penambahan kasus ini dapat  berujung pada peningkatan angka kematian juga,” tutur dia.
 
Wiku juga meminta pemerintah daerah (pemda) memperketat pengawasan protokol kesehatan. Apalagi, Pemda telah diberikan kewenangan membatasi kegiatan untuk menekan lonjakan kasus covid-19.
 
“Sadarkan (masyarakat) urgensi atau kepentingan dari penegakan protokol kesehatan. Ini tidak dapat ditunda-tunda lagi,” tegas Wiku.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif