Jakarta: Lurah Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Agus Sulaeman mengimbau warganya kembali ke rumah masing-masing untuk mengecek kondisi rumah. Ia khawatir rumah yang ditinggalkan masih dalam keadaan listrik menyala.
"Diimbau untuk pulang (ke rumah) tapi posko tetap ada. Kalau ditinggalkan terus takutnya rumah arus pendek (korslet)," ujar Agus di posko pengungsian Universitas Borobudur, Jaktim, Jumat, 3 Januari 2020.
Selain mengecek aliran listrik, Agus juga meminta warga untuk membersihkan rumah masing-masing dari endapan lumpur pasca banjir. "Semua sudah surut, kali juga normal, tinggal endapan sungai yang lagi dibersihkan," kata dia.
Terkait kebutuhan pengungsi, Agus menjamin pasokan aman. Hingga Jumat siang, bantuan dari instansi pemerintah maupun swasta terus berdatangan.
"Kebutuhan sudah tercukupi, yang sekarang ini butuh alat kebersihan untuk membersihkan rumah dan juga karbol, pewangi serta pemeriksaan kesehatan untuk ke depannya," kata dia.
Kawasan Cipinang Melayu tergenang sejak 1 Januari 2020. Hingga sekarang, total pengungsi mencapai 926 jiwa dengan rincian 467 laki-laki dan 259 perempuan. Di antara ratusan itu, 51 orang merupakan lansia, 114 balita dan delapan ibu hamil.
Jakarta: Lurah Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Agus Sulaeman mengimbau warganya kembali ke rumah masing-masing untuk mengecek kondisi rumah. Ia khawatir rumah yang ditinggalkan masih dalam keadaan listrik menyala.
"Diimbau untuk pulang (ke rumah) tapi posko tetap ada. Kalau ditinggalkan terus takutnya rumah arus pendek (korslet)," ujar Agus di posko pengungsian Universitas Borobudur, Jaktim, Jumat, 3 Januari 2020.
Selain mengecek aliran listrik, Agus juga meminta warga untuk membersihkan rumah masing-masing dari endapan lumpur pasca banjir. "Semua sudah surut, kali juga normal, tinggal endapan sungai yang lagi dibersihkan," kata dia.
Terkait kebutuhan pengungsi, Agus menjamin pasokan aman. Hingga Jumat siang, bantuan dari instansi pemerintah maupun swasta terus berdatangan.
"Kebutuhan sudah tercukupi, yang sekarang ini butuh alat kebersihan untuk membersihkan rumah dan juga karbol, pewangi serta pemeriksaan kesehatan untuk ke depannya," kata dia.
Kawasan Cipinang Melayu tergenang sejak 1 Januari 2020. Hingga sekarang, total pengungsi mencapai 926 jiwa dengan rincian 467 laki-laki dan 259 perempuan. Di antara ratusan itu, 51 orang merupakan lansia, 114 balita dan delapan ibu hamil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NUR)