Ilustrasi obat. Medcom.id/M RIzal.
Ilustrasi obat. Medcom.id/M RIzal.

Ranitidin Masih Obat Legal

Nasional BPOM tarik ranitidin
Faisal Abdalla • 11 Oktober 2019 17:42
Jakarta: Ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Nurul Falah menyebut Ranitidin masih tergolong obat legal. Meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik peredaran obat tukak lambung dan tukak usus, Ranitidin menyusul temuan cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA).
 
"Izin edarnya masih ada, jadi tak ada unsur pidana kalau masih menyimpan Ranitidin sampai saat ini," kata Nurul di kantor BPOM Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Nurul menyebut Ranitidin telah memperoleh izin edar dari BPOM sejak 1989. Selama izin itu belum dicabut, seorang yang masih memiliki atau menyimpan Ranitidin tak bisa dipidana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nurul mengimbau kepada seluruh apoteker agar tak lagi memberikan obat tersebut kepada masyarakat. Hal ini menyusul keputusan BPOM menarik sementara Ranitidin dari peredaran.
 
"Apoteker-apoteker di industri farmasi sudah diperintahkan berhenti memproduksi dan menghentikan peredaran, bahkan recall, menarik yang ada di dalam pelayanan, termasuk di rumah sakit, instalasi farmasi, apotek, klinik, dan puskemas," ujarnya.
 
Masyarakat yang masih menyimpan Ranitidin agar menghentikan sementara konsumsi obat tersebut. Dia menyarankan mencari alternatif pengganti Ranitidin.
 
Masyarakat bisa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker mencari pengganti Ranitidin hingga ada keputusan lebih lanjut dari BPOM.
 
"Kalau masih ada yang menggunakan ranitidin sarankan ke tenaga medis terdekat, nanti tenaga medis sudah mengerti alternatif lainya," jelas Nurul.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif