Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia.

Menteri Yohana Minta Anak yang Terlibat Kericuhan Dipenuhi Haknya

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Muhammad Syahrul Ramadhan • 25 Mei 2019 00:43
Jakarta: Keterlibatan Anak-anak dalam kericuhan antara massa dengan aparat keamanan menjadi perhatian Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA). Menteri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise meminta anak-anak yang terlibat dipenuhi hak-haknya.
 
"Saya minta mereka tetap ditangani menggunakan sistem peradilan pidana anak untuk menjamin pemenuhan haknya," kata Yohana kepada wartawan di Jakarta, Jumat 24 Mei 2019.
 
Yohana mengatakan anak-anak tersebut tetap harus dianggap sebagai korban. Keterlibatan mereka dalam kericuhan dengan aparat keamanan adalah imbas dari keteledoran orang dewasa, salah satunya salah pengasuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senada, Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar mengatakan, anak-anak yang terlibat kericuhan harus tetap diposisikan sebagai anak. Nahar meyakini keterlibatan anak-anak dalam aksi massa yang berakhir ricuh itu karena ada yang menyuruh dan mempengaruhi.
 
"Kita harus mendudukkan permasalahan tersebut pada posisi yang benar untuk melindungi mereka sebagai anak-anak," kepada wartawan di Jakarta, Jumat 24 Mei 2019.
 
Nahar menyebut pelibatan anak dalam aksi massa tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak anak. Apalagi, anak-anak tersebut kemudian terlibat dalam kericuhan dengan aparat keamanan.
 
Menurutnya ada pihak yang berperan mempengaruhi anak-anak tersebut sehingga mereka mau ikut terlibat dalam aksi massa dan kericuhan. Oleh karena itu perlu dicari siapa yang mempengaruhi.
 
Ada anak yang ketika ditanya bilang ingin berperang. Itu berarti ada pemahaman yang salah pada anak itu. Harus dicari tahu siapa yang mempengaruhi," tuturnya.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif