Penerita Demensia di Indonesia diprediksi semakin tingggi tiap tahunnya. Foto: Dok/Metro TV
Penerita Demensia di Indonesia diprediksi semakin tingggi tiap tahunnya. Foto: Dok/Metro TV

Selamat Pagi Indonesia

Waspada, Demensia Juga Bisa Serang Anak Nyka

MetroTV • 03 Desember 2021 16:14
Jakarta: Demensia memiliki faktor risiko yang cukup besar yaitu membuat orang kehilangan daya ingat, mudah tersesat, sulit berkomunikasi hingga tak bisa mengerjakan sesuatu yang rumit. Demensia tidak hanya terjadi pada usia lansia, namun juga pada usia muda.
 
Data lembaga non profit Alzheimer Indonesia menunjukkan ada sekitar 1,2 juta orang di Indonesia dengan demensia pada tahun 2016. Angka tersebut diprediksi meningkat menjadi 2 juta orang pada 2030 dan 4 juta orang pada 2050.
 
Direktur Eksekutif Alzheimer Indonesia Michael Dirk R. Maitimoe mengatakan, orang dengan demensia umumnya terjadi pada usia di atas 60 tahun. Namun, dalam beberapa kasus ditemukan juga orang dengan demensia di bawah usia 50 tahun atau bahkan usia produktif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ditemukan data di Inggris ada yang berusia 30 tahun terkena demensia. Hal ini menjadi waspada untuk kita semua agar berhati hati dan waspada sejak dini,” ujar Michael dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Jumat, 3 Desember 2021.
 
Orang dengan demensia pada usia produktif kerap disebut juga young-onset dementia. Michael pun meminta masyarakat khususnya yang berusia muda untuk mengecek kesehatan secara rutin.
 
“Anak muda itu sering kali kita kadang kadang mengabaikan kesehatan kita, flu dikit atau sudah mulai lelah, otak lelah masih terus dipaksakan kerja,” kata Michael.
 
Selain itu, Michael juga menyarankan untuk mengenyahkan asep rokok, rajin berolahraga, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres. Stres dikatakan menjadi salah satu pemicu dari gangguan psikologis.
 
“Ketika kita stres, maka dampak yang terjadi di otak adalah kita sulit berkonsentrasi, kita sulit mengambil keputusan, maupun berkegiatan sehari hari,” jelas Michael.
 
Michael juga meminta agar anak muda menginvestasikan waktunya agar otak menjadi jauh lebih sehat. Kemudian juga harus menerapkan gaya hidup sehat. (Widya Finola Ifani Putri)
 
 
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif